Demi Tekan Angka Pengangguran, Agusriansyah Ridwan Sarankan Kerja Sama dan Workshop Tingkat SMK

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

Infonusa.co, Samarinda — Tingginya angka pengangguran saat ini dianggap berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal tersebut merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Sehingga, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menilai kondisi ini harus segera mendapat perhatian dan terobosan konkret dari pemerintah.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan lulusan SMK sulit terserap dunia kerja. Salah satunya adalah rendahnya kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

“Faktor utama adalah kompetensi lulusan yang belum memenuhi standar industri. Ini dipengaruhi oleh minimnya fasilitas praktik dan workshop di sekolah,” kata Agusriansyah, Rabu (17/4/2025).

Selain soal sarana, ia juga menyoroti belum adanya kerja sama resmi antara SMK dan dunia industri. Padahal, kemitraan tersebut penting untuk menjembatani kebutuhan pasar tenaga kerja dengan kualifikasi lulusan.

“Seharusnya ada perjanjian antara Dinas Pendidikan dan korporasi, yang mengatur persentase kebutuhan tenaga kerja yang bisa langsung dipenuhi oleh lulusan SMK. Jika spesifikasinya jelas, maka sekolah bisa menyesuaikan pelatihannya,” jelasnya.

Dirinya mendorong agar kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang juga memuat kriteria dan keahlian yang dibutuhkan industri. Dengan demikian, siswa yang menjalani praktik kerja lapangan akan lebih terarah, dan perusahaan pun bisa lebih mudah melihat potensi mereka.

“Di sisi lain, kerja sama ini juga menguntungkan korporasi karena mereka bisa mendapatkan SDM yang sudah disiapkan sejak dini,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Agusriansyah meminta pemerintah untuk meningkatkan fasilitas praktik di SMK serta mempercepat pembentukan kemitraan strategis dengan sektor industri.

“Tanpa upaya yang serius, lulusan SMK akan terus kesulitan bersaing di pasar kerja. Padahal, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran,” tegasnya. (San/Adv/DPRDKaltim).

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru