Demi Perkokoh Kebudayaan Lokal, Agusriansyah Dorong Penguatan Pendidikan Kebangsaan di Tengah Arus Globalisasi

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. (Ist)

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. (Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Sistem pendidikan nasional idealnya tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi jati diri bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis kearifan lokal guna menciptakan generasi muda yang tidak tercerabut dari akar kebangsaannya di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh kurikulum asing.

“Pendidikan harus menjadi alat untuk memperkuat karakter bangsa, bukan sekadar mengadopsi pola luar negeri. Kita punya sejarah panjang, budaya kaya, dan nilai-nilai luhur yang bisa jadi fondasi kurikulum,” ujarnya.

Agusriansyah, turut menyoroti urgensi penguatan pendidikan karakter dalam proses belajar-mengajar, agar peserta didik tidak hanya unggul dalam aspek intelektual, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang memiliki empati, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Kita ingin mencetak generasi yang kuat secara nilai, bukan hanya nilai ujian. Ini penting agar mereka tidak tercerabut dari akar budaya sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agusriansyah menyoroti peran anak muda dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai kebangsaan. Ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam ruang publik dan proses demokrasi, tidak hanya sebagai penonton tetapi juga sebagai pelaku perubahan.

“Mereka harus punya ruang dan keberanian untuk bersuara. Tapi bersuara yang cerdas dan bertanggung jawab. Pendidikan kita harus membekali mereka dengan itu,” ihwalnya.

Terkait tantangan era digital, Agusriansyah menilai literasi digital harus menjadi bagian penting dalam kurikulum. Namun ia menekankan bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan etika dan kemampuan berpikir kritis agar tidak terjebak dalam disinformasi dan budaya instan.

“Di dunia digital, siapa yang paling siap secara nilai dan intelektual, dia yang akan bertahan. Maka pendidikan harus mempersiapkan itu sejak dini,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru