Demi Keberlangsungan UMKM Lokal, DPRD Samarinda Rencanakan Ranperda

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ritel Modern. (Istimewa)

Ilustrasi Ritel Modern. (Istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Terlihat disepanjang jalan Kota Samarinda telah dipenuhi oleh ritel modern yang semakin marak. Hal tersebut menimbulkan Kekhawatiran dari para pihak pelaku Usaha Mikor, Kecil, Menengah (UMKM) Lokal.

Menanggapi itu, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Aris Mulyanata menyebut pentingnya menjaga pertumbuhan sosial dan ekonomi dari para pelaku UMKM Lokal.

Dalam upaya menjaga stabilitas tersebut, Aris mengungkapkan pihaknya saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait pengelolaan dan pengaturan operasional ritel nasional di wilayah Kota Tepian.

“Kami mulai merumuskan regulasi khusus untuk ritel nasional, agar keberadaan mereka tidak mematikan usaha kecil milik masyarakat lokal,” bebernya.

Aris menilai, regulasi yang sedang disusun tersebut, akan diatur sejumlah poin penting, termasuk batasan jam operasional, jarak minimal pendirian usaha dari pelaku UMKM, serta skema retribusi yang harus dipatuhi oleh pelaku ritel besar.

“Fokus utama kami adalah menjaga jarak pendirian dan mengatur jam operasional. Bisa saja nantinya jam buka ritel modern tidak lagi 24 jam penuh,” terang Aris.

Maka dari itu, kata Aris, Komisi I DPRD berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang akan fokus membedah dan mengkaji secara mendalam regulasi terkait pengendalian ritel nasional.

Sehingga, Aris menganggap hal ini penting untuk dilakukan, agar regulasi yang dihasilkan lebih komprehensif, terstruktur, dan mampu menjawab tantangan ketimpangan antara ritel modern dan pelaku usaha tradisional.

“Harapan kami, Perda ini bisa memberikan perlindungan yang jelas bagi pelaku UMKM, sekaligus menciptakan keseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi di Samarinda,” pungkas Aris. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB