Darurat Kekerasan di Kaltim, Damayanti Serukan Pendidikan Seksual Dini

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti (ist)

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti (ist)

Infonusa.co, Samarinda -Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kekerasan dan pelecehan yang terjadi di wilayah Kaltim. Ia menyebutkan bahwa isu ini semakin mengkhawatirkan, dan tindakan tegas dari semua pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Menurut Damayanti, penanggulangan kekerasan memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.

“Kasus kekerasan ini sangat memprihatinkan. Jangan anggap kekerasan sebagai aib, tetapi sesuatu yang perlu diperhatikan dan dilaporkan,” ujar Damayanti, Jumat

Damayanti menyoroti tingginya kasus kekerasan dan pelecehan di perguruan tinggi sebagai salah satu indikator perlunya pendidikan seksual sejak dini.

Diketahui, data dari Simfoni Perlindungan Perempuan dan Anak menunjukkan tren kenaikan yang cukup mengkhawatirkan. Pada tahun 2021 tercatat 551 kasus, tahun 2022 tercatat 945 kasus, tahun 2023 tercatat 1.108 kasus dan pada data terakhir pada 31 Juli 2024 tercatat 569 kasus.

Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pandangan kalau pendidikan seksual adalah hal yang tabu. Maka dari itu, Damayanti merencanakan adanya kurikulum khusus yang mengajarkan pendidikan seksual di usia dini.

“Anak-anak harus tahu batasan, mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak. Ini penting untuk memberikan pegangan bagi mereka, sehingga bisa melindungi diri dari kekerasan sejak dini,” ungkapnya.

Selain itu, Damayanti menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan tindakan kekerasan atau pelecehan yang terjadi di sekitarnya.

“Kadang kasus-kasus kekerasan yang tidak dilaporkan itu ibarat gunung es. Kalau semakin banyak masyarakat sadar untuk melapor, maka angka kasus mungkin terlihat meningkat, tapi ini menunjukkan adanya kesadaran untuk mengatasi masalah,” bebernya

Diakhir pernyataannya, Damayanti menekankan pentingnya kolaborasi untuk menekan angka kekerasan, serta meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan dan menghormati hak asasi setiap individu.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru