Darlis Sebut Program Gratispol Harus Lindungi Independensi Kampus

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Infonusa.co, Samarinda – Skema pembiayaan pendidikan tinggi gratis melalui program “Gratis Pol” resmi mulai diterapkan di Kalimantan Timur pada tahun akademik 2025/2026. Namun di balik langkah progresif ini, muncul seruan agar pelaksanaan program tetap menjunjung tinggi independensi perguruan tinggi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyampaikan dukungannya terhadap perluasan akses pendidikan, namun mengingatkan agar otonomi akademik tidak dikorbankan akibat ketergantungan terhadap anggaran publik.

“Kampus harus tetap jadi ruang berpikir bebas. Jangan sampai karena ada intervensi anggaran, keberanian menyuarakan kritik atau kebenaran menjadi tumpul,” ujarnya, Selasa (2/7/2025).

Menurut Darlis, sistem pembiayaan penuh oleh pemerintah memang membantu mahasiswa, namun relasi ini tidak boleh mengaburkan batas antara dukungan dan kontrol. Ia mendorong agar kerja sama antara pemerintah dan institusi pendidikan tetap dalam koridor profesional dan proporsional.

Di sisi lain, Darlis juga menyoroti sejumlah hambatan teknis di tahap awal implementasi, seperti pengembalian UKT mahasiswa jalur prestasi (SNBP) yang sudah terlanjur membayar.

“Hingga kini, banyak mahasiswa masih menunggu proses refund. Itu karena perjanjian kerja sama (PKS) antara pemprov dan perguruan tinggi belum final. Targetnya paling lambat rampung Agustus atau awal September,” jelasnya.

Tak hanya itu, Darlis turut menyoroti kebijakan batas usia untuk penerima beasiswa pendidikan lanjutan, terutama bagi dosen dan guru yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3). Menurutnya, batas usia maksimal yang saat ini berada di angka 40 tahun sudah waktunya ditinjau ulang.

“Banyak tenaga pendidik baru dapat kesempatan kuliah S3 di usia 41 atau 42 tahun. Mereka masih produktif. Kenapa dibatasi terlalu kaku? Idealnya bisa sampai 45 tahun,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan pencairan dana tidak boleh menjadi alasan menurunnya layanan kampus kepada mahasiswa.

“Pendidikan bukan proyek infrastruktur yang bisa ditunda. Kampus harus tetap menjaga kualitas akademik meski dana terlambat. Jangan jadikan birokrasi alasan menurunnya pelayanan,” tegasnya.

Agar implementasi ke depan berjalan lebih mulus, Darlis mengusulkan sinkronisasi kalender akademik perguruan tinggi dengan siklus anggaran pemerintah daerah. Menurutnya, ini penting agar proses pencairan dapat dilakukan tepat waktu dan tidak menghambat aktivitas kampus.

Darlis menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim akan terus mengawal jalannya program “Gratis Pol”, baik dari sisi teknis, keuangan, hingga prinsip idealisme pendidikan.

“Kita dukung Gratis Pol. Tapi jangan sampai pendidikan gratis ini justru membungkam kebebasan akademik. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru