Darlis Pertanyakan Tata Kelola Daerah, Akibat Banjir Terus Melanda Samarinda

- Jurnalis

Kamis, 22 Mei 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Infonusa.co, Samarinda – Genangan air yang tak kunjung surut di Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, bukan hanya merendam puluhan rumah warga, tetapi juga memutus akses utama di Jalan HM Rifadin.

Bencana ini tak lagi dianggap sekadar musibah musiman, ia telah menjadi cerminan nyata dari persoalan lingkungan yang jauh lebih dalam.
Kondisi ini pun mendapat perhatian serius dari Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi.

Dirinya menilai banjir yang kerap terjadi di Samarinda tak bisa lagi dijustifikasi hanya sebagai akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, kerusakan tata kelola lingkungan, mulai dari buruknya sistem drainase hingga aktivitas pertambangan di wilayah hulu, telah memperparah laju air menuju wilayah hilir dan memperbesar risiko banjir bagi masyarakat kota.

“Debit air meningkat drastis, tapi sistem drainase kita masih warisan puluhan tahun lalu. Ketimpangan ini berbahaya dan harus diselesaikan secara sistemik,” ucapnya.

Selain infrastruktur, Darlis menilai respons darurat pemerintah masih lemah. Warga yang terdampak di Loa Janan Ilir kini bergantung pada dapur umum dan bantuan darurat.

Lebih lanjut kata dia, mengingatkan bahwa Samarinda adalah ibu kota provinsi, pusat ekonomi dan pemerintahan, sehingga tak seharusnya lumpuh hanya karena hujan lebat.

Darlis juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang, penguatan drainase, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk dan kolam retensi.

“Sudah saatnya kita berhenti menyalahkan hujan. Kita harus lihat akar masalah, pembukaan lahan, kerusakan hulu, sistem air yang buruk, dan pembangunan yang tak ramah lingkungan,” sebutnya.

Menutup pernyataanya, pihaknya mendorong pembentukan tim lintas sektor yang melibatkan akademisi, aktivis lingkungan, dan dinas teknis guna menyusun solusi berbasis data dan keadilan ekologis. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru