Dampak Limbah Batu Bara jadi Momok Masyarakat Kaltim, Samsun Tekankan Sinergitas Semua Pihak

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun (ist).

Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun (ist).

Infonusa.co, Samarinda – Hampir Berbagai Sumber Daya Alam (SDA) dimiliki Kalimantan Timur (Kaltim). Hal tersebut dianggap sebagai karunia, sehingga banyaknya masyarakat yang memanfaatkan SDA yang ada.

Namun, sesuatu yang dianggap memiliki kebermanfaatan yang banyak tersebut, ternyata juga mengandung unsur – unsur yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat setempat seperti pencemaran, banjir dan lain-lain.

Maka dari itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Samsun baru-baru ini mengungkapkan salah satu penyebab utama pencemaran sungai di wilayah Kalrim adalah limbah batu bara. Menurutnya, masalah ini berkaitan erat dengan proses pengupasan lahan yang dilakukan dalam aktivitas pertambangan.

“Limbah batu bara ada karena pengupasan lahan,” begitu katanya, dimana dirinya memperlihat raut wajah yang memperlihatkan dengan adanya dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri ekstraktif, khususnya pertambangan batu bara.

Dirinya menegaskan, dampak tersebut tidak hanya merusak alam, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.

Nelayan di sekitar wilayah tambang mulai merasakan akibat buruk dari pencemaran ini. Kualitas air yang semakin buruk mengancam kelangsungan mata pencaharian mereka. Sebagian besar nelayan mengeluhkan turunnya hasil tangkapan ikan yang disebabkan oleh polusi yang ditimbulkan oleh limbah tambang.

Samsun kembali menegaskan pentingnya perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penggalian sumber daya alam, khususnya batu bara, untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas mereka. Menurutnya, meski dampak yang ditimbulkan mungkin terlihat kecil, jika dibiarkan terus menerus, dampaknya bisa menjadi masalah besar.

“Kita harus menjaga lingkungan kita dengan baik-baik. Meski dampak lingkungan sedikit, tapi bisa menjadi masalah besar jika dibiarkan,” ihwalnya.

Harapan Samsun tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi juga kepada perusahaan dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Menurutnya, kerusakan yang lebih parah akan sangat merugikan banyak pihak, terutama mereka yang tinggal di sekitar daerah tambang.

Samsun juga berharap agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan, khususnya batu bara, tidak hanya fokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan yang menjadi penopang hidup banyak orang.

“Harapannya, penambang atau perusahaan yang bertugas menggali potensi alam kita harus memperhatikan dampak lingkungan,” tegas Samsun.

Maka diakhir Samsun berikan solusi yakni perlunya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Tanpa itu, ancaman pencemaran yang lebih parah mungkin tak terelakkan.

(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB