Infonusa.co, Samarinda – Saat ini telah dikeluarkan nya Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) no 2 tahun 2024 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinaikkan. Hal tersebut menjadi keresahan bagi setiap masyarakat Indonesia.
Dengan melihat permasalahan tersebut, anggota komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Damayanti merasa bahwa Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.
Politisi Wanita dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak menginginkan adanya aturan UKT tersebut dinaikkan, sebab akan menjadi permasalahan yang berat bagi setiap warga. “Jadi artinya ya jangan sampai UKT itu memberatkan masyarakat lah,” tutur Damayanti.
Dirinya merasa pentingnya Pemerintah Kota Samarinda saat ini hadir dalam memberikan solusi bagi setiap anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang adil dan layak.
“Kalau UKT aja naiknya sampai 300 sampai 500 persen inikan sangat memberatkan, artinya kan seharusnya pemerintah itu hadir untuk memberikan peluang kepada anak-anak negeri, anak-anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Damayanti juga turut mengharapkan adanya revisi terhadap peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Kemendikbud saat ini, pasalnya ia tidak ingin melihat ada anak anak negeri merasa sulit dalam melanjutkan jenjang pendidikan.
“Kan wajarnya 12 tahun, kalau ada kesempatan ya kenapa harus di persulit. Harapannya revisi ulang terhadap peraturan tersebut, lagi-lagi Pemerintah harus hadir dalam meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia, red) masyarakat,” jelasnya.
Adapun indikator yang diduga yaitu adanya beasiswa yang sudah diberikan kepada para siswa maupun mahasiswa saat ini. Namun, indikator tersebut dianggap tidak relevan ketika dampaknya berpacu pada kenaikan UKT.
“Sebenarnya kan keberadaan beasiswa ini untuk memberi kesempatan anak-anak untuk dapat pendidikan yang sama, kalau beasiswa nya sudah ada kemudian ditambah lagi dengan UKT yang tinggi artinya akan memberatkan mereka lagi,” ungkapnya.
“Berapa persen sih anak-anak kita yang mendapatkan beasiswa dibandingkan yang tidak mendapatkan beasiswa, kalau mau begitu ya harusnya pukul rata aja begitu loh,” tutup Damayanti dengan ketegasannya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









