Damayanti Sebut Permendikbud Tentang UKT Perlu di Revisi

- Jurnalis

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Saat ini telah dikeluarkan nya Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) no 2 tahun 2024 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinaikkan. Hal tersebut menjadi keresahan bagi setiap masyarakat Indonesia.

Dengan melihat permasalahan tersebut, anggota komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Damayanti merasa bahwa Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

Politisi Wanita dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak menginginkan adanya aturan UKT tersebut dinaikkan, sebab akan menjadi permasalahan yang berat bagi setiap warga. “Jadi artinya ya jangan sampai UKT itu memberatkan masyarakat lah,” tutur Damayanti.

Dirinya merasa pentingnya Pemerintah Kota Samarinda saat ini hadir dalam memberikan solusi bagi setiap anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang adil dan layak.

“Kalau UKT aja naiknya sampai 300 sampai 500 persen inikan sangat memberatkan, artinya kan seharusnya pemerintah itu hadir untuk memberikan peluang kepada anak-anak negeri, anak-anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Damayanti juga turut mengharapkan adanya revisi terhadap peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Kemendikbud saat ini, pasalnya ia tidak ingin melihat ada anak anak negeri merasa sulit dalam melanjutkan jenjang pendidikan.

“Kan wajarnya 12 tahun, kalau ada kesempatan ya kenapa harus di persulit. Harapannya revisi ulang terhadap peraturan tersebut, lagi-lagi Pemerintah harus hadir dalam meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia, red) masyarakat,” jelasnya.

Adapun indikator yang diduga yaitu adanya beasiswa yang sudah diberikan kepada para siswa maupun mahasiswa saat ini. Namun, indikator tersebut dianggap tidak relevan ketika dampaknya berpacu pada kenaikan UKT.

“Sebenarnya kan keberadaan beasiswa ini untuk memberi kesempatan anak-anak untuk dapat pendidikan yang sama, kalau beasiswa nya sudah ada kemudian ditambah lagi dengan UKT yang tinggi artinya akan memberatkan mereka lagi,” ungkapnya.

“Berapa persen sih anak-anak kita yang mendapatkan beasiswa dibandingkan yang tidak mendapatkan beasiswa, kalau mau begitu ya harusnya pukul rata aja begitu loh,” tutup Damayanti dengan ketegasannya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru