Damayanti Dorong Evaluasi Total Terkait Angka Silpa APBD Kaltim yang Tembus 2 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Infonusa.co, Samarinda – Tingginya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dalam APBD Kalimantan Timur kembali menuai kritik. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyoroti bahwa Silpa yang kini menembus lebih dari Rp2 triliun menunjukkan lemahnya perencanaan dan pemanfaatan anggaran oleh pemerintah provinsi.

Menurut legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, dana sebesar itu seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mendanai program-program strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

“Ini bukan angka kecil. Sangat disayangkan jika hanya menjadi saldo, bukan solusi,” tuturnya.

Damayanti menilai bahwa keberadaan Silpa sebesar itu bukan hanya soal teknis anggaran, tetapi menunjukkan lemahnya perencanaan strategis di tubuh pemerintah daerah.

Ia menekankan bahwa dana yang tersisa semestinya bisa dialokasikan untuk sektor-sektor krusial, terutama pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

“Contohnya di Balikpapan, yang notabene kota besar di Kaltim, masih banyak sekolah dengan fasilitas yang minim dan ruang belajar yang terbatas. Dana ini seharusnya bisa menjawab kebutuhan mendesak seperti itu,” timpalnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hak-hak masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama dalam proses penganggaran. Ketika dana tidak terserap, kata dia, maka itu berarti ada potensi pelayanan publik yang tidak berjalan maksimal, bahkan tertunda.

“DPRD mendorong Pemprov agar lebih cermat dan realistis dalam menyusun rencana anggaran. Perencanaan yang lemah hanya akan mengorbankan masyarakat sebagai penerima manfaat,” ihwalnya.

Untuk itu, Damayanti meminta adanya evaluasi menyeluruh atas proses penganggaran yang dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan ketepatan dalam menetapkan program prioritas agar Silpa tidak kembali membengkak di tahun-tahun mendatang.

“Jangan sampai ini jadi pola yang berulang setiap tahun. Uang rakyat seharusnya kembali ke rakyat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,” pungkas Damyanti tegas. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB