Dalam Setiap Konflik Masyarakat, Sapto Serukan Kehadiran Pemerintah Sebagai Penengah

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setya Pramono.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setya Pramono.

Infonusa.co, Samarinda – Dengan adanya lahan yang begitu luas dan mengelilingi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga menjadikan hal itu sebagai kekayaan sumber daya daerah. Namun, dibalik itu munculnya persoalan yang sering terdengar ditelinga masyarakat, yakni sengketa lahan

Baru -baru ini muncul Kasus sengketa lahan antara Kelompok Tani Sejahtera Bersama dan PT Budi Duta Agro Makmur yang menjadi pusat sorotan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.

Dalam polemik tersebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setya Pramono, memberi pemaham terkait lembaga pemerintahan yang perlu untuk menjadi penengah dalam konflik yang terus terjadi di lingkungan masyarakat maupun pengusaha, sehingga dapat menciptakan keadilan.

Sapto menjelaskan, keberadaan regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan dan Hutan Adat seharusnya menjadi pijakan kuat bagi Pemprov Kaltim untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi hak masyarakat adat dan petani. Namun tanpa kehadiran nyata di lapangan, aturan tersebut akan kehilangan maknanya.

“Regulasi sudah jelas, tinggal keberanian dan kemauan politik untuk bertindak. Pemerintah tidak boleh hanya menonton saat rakyatnya bersengketa dengan perusahaan besar,” ujar Sapto.

Politisi Partai Golkar ini menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mencegah kriminalisasi terhadap petani dan masyarakat adat, yang sering kali menjadi pihak lemah dalam perselisihan lahan. Ia menyebut bahwa konflik agraria tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar atau kekuatan modal.

“Kalau tidak ada keberpihakan, petani bisa dikriminalisasi hanya karena mempertahankan tanah mereka. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga keadilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sapto mendorong pemerintah untuk memperkuat peran mediasi dalam setiap konflik tanah, termasuk melalui fasilitasi dialog antara masyarakat dan perusahaan. Selain itu, ia juga mengusulkan evaluasi terhadap izin-izin lahan yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih hak atas tanah.

“Mediasi aktif itu penting. Pemerintah harus hadir di tengah, bukan membiarkan masyarakat menyelesaikannya sendiri,” ucap Sapto.

Menutup itu, Sapto menekankan bahwa perlindungan terhadap tanah adat tidak cukup hanya dengan pengakuan di atas kertas. Yang dibutuhkan adalah penerapan nyata di lapangan yang menjamin hak-hak masyarakat adat dihormati secara berkelanjutan.

“Pemerintah harus hadir dan menjaminkan hak masyarakat dan tidak mengedapankan kepentingan pihak tertentu, supaya menciptakan perlindungan keadilan,” tandasnya (SanAdv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru