Bullying Terhadap Anak, Sani Harap Ada Peran Orang Tua Dalam Memberikan Pengajaran

- Jurnalis

Selasa, 19 Maret 2024 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Ikhsan/Infonusa.co)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Sani Bin Husain, menyampaikan hal terkait pembullyan, dimana saat ini terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya bullying terhadap anak-anak.

Dirinya menyatakan faktor pertama yang menjadi penyebab yaitu terkait lemahnya pengawasan dari guru di sekolah. Ini lah salah satu faktor yang menyebabkan kasus bullying masih terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Guru harus mengawasi muridnya di sekolah. Terkadang, mereka melihat anak yang sedang disakiti, tetapi tidak bertindak,” ungkapnya.

Lanjutnya faktor kedua adalah lingkungan dan tontonan yang dominan dalam membentuk karakter anak menjadi seorang pembully, dimana pun mereka berada. Sementara faktor terakhir adalah pendidikan dari orang tua atau di rumah.

Lebih Lanjut, menurut Sani kurangnya pengajaran positif di rumah menyebabkan akan adanya kebiasaan buruk yang anak kita bawa ke sekolahnya, sehingga hal inilah yang kerap memancing kasus pembullyan yang terjadi.

“Sangat penting untuk bekerja sama dengan orang tua. Sebab tiga faktor ini sangat berpengaruh pada anak,” tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera(PKS) itu juga menegaskan perlunya korban bullying untuk tidak ragu melaporkan kejadian tersebut baik kepada pihak sekolah maupun orang tua dari pelaku bullying.

“Apapun itu harus perlu diingat bahwa bullying itu harus ditangani, tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Akhir Sani, dirinya berharap tidak adanya lagi kasus bullying yang terjadi terkhusus di Kota Samarinda sehingga dapat mengakibatkan korban hingga bunuh diri. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen
DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak
Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan
DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim
Data Aset Pemkot Samarinda Masih Misterius, DPRD: Jangan Sampai Baru Ribut Pas Ada Sengketa Tanah!
Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta
Parkir Pembeli Meluber ke Jalan Juanda, DPRD Samarinda Ingatkan Pengusaha Wajib Siapkan Lahan Parkir
Godok Raperda TBC dan HIV/AIDS, DPRD Samarinda Siapkan Aturan untuk Libatkan Warga secara Masif
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:58 WIB

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:55 WIB

Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:53 WIB

DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta

Berita Terbaru