Bencana Banjir yang Terus Melanda Samarinda, Aan Sebut Itu Akibat Ulah Manusia

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (ist)

Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Banjir yang kembali melanda Kota Samarinda tak bisa lagi dianggap sebagai kejutan alam. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, M. Andriansyah, menegaskan bahwa bencana ini adalah peringatan keras atas kegagalan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Menurutnya, akar persoalan justru terletak pada lemahnya tata kelola dan perencanaan wilayah yang mengabaikan daya dukung alam. “Ini bukan sekadar soal curah hujan tinggi, tapi akibat langsung dari kesalahan kita sendiri,” ungkapnya.

“Air berjalan dari atas ke bawah, itu teori dasar. Bencana seperti zaman Nabi Nuh sudah tidak ada. Sekarang, semua bencana akibat ulah manusia,” tambahnya mempertegas.

Dewan yang kerap disapa Aan itu, menyoroti maraknya alih fungsi lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air, namun justru diubah menjadi kawasan hunian atau komersial. Menurutnya, meski pembangunan penting untuk kebutuhan masyarakat, kawasan yang vital secara ekologis tidak boleh dikorbankan.

“Daerah yang seharusnya jadi resapan malah jadi hunian. Ini harus dikoreksi. Pembangunan untuk kebutuhan masyarakat boleh, tapi jangan korbankan kawasan penting,” ihwalnya.

Andriansyah juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap perizinan pembangunan dan tambang. Bahkan perusahaan legal pun wajib diawasi agar tetap menjalankan kewajiban lingkungan, seperti reklamasi.

“Yang berizin saja harus diawasi ketat, apalagi yang ilegal. Proses izin harus strict, termasuk menilai komitmen perusahaan mengelola lingkungan,” ucap Aan.

“Tambang legal sekalipun wajib jalankan reklamasi. Jika tidak, itu kejahatan lingkungan dan harus dilaporkan,” sambungnya.

Politisi tersebut mendorong pemerintah kota untuk menata kembali sistem tata ruang Samarinda secara menyeluruh, termasuk membangun sistem drainase yang terintegrasi agar penanganan banjir bisa efektif dan berkelanjutan.

“Ini tentang tata ruang. Samarinda butuh sistem drainase terintegrasi,” tukasnya dengan memberi solusi dan pernyataan kepada pemerintah kota Samarinda.

DPRD Kota Samarinda berjanji akan terus mengawasi dan mendesak pemerintah agar kebijakan pembangunan tidak mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB