Belum Selesai, Proyek Kolam Renang SMKN 2 Sangatta Disorot DPRD Kaltim

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras

Infonusa.co, Sangatta—Proyek Pembangunan Kolam Renang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Sangatt yang berkisar 9 Miliar dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2024 tersebut dinilai gagal terealisasi akibat konflik antara kontraktor dan penyedia bahan bangunan.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kaltim, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Kalembo Ade Mautama. Kolam renang ini dirancang untuk mendukung program unggulan SMKN 2 Sangatta Utara, yaitu pendidikan berbasis kelautan dan maritim.

Namun naasnya, proses pembangunan terhambat karena toko Berlian Jaya Abadi menghentikan pasokan material akibat perselisihan dengan pihak kontraktor. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan gagalnya penyelesaian proyek tepat waktu.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Agus Aras, yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau, mengaku kecewa. Ia menekankan pentingnya penyelesaian cepat agar tidak berdampak buruk pada kualitas pendidikan di SMKN 2 Sangatta Utara.

“Masalah ini harus segera diselesaikan. Memang sudah terjadi keterlambatan, tapi Dinas Pendidikan bersama kontraktor dan penyedia material harus mencari solusi,” ucap Agus.

Meski nilai proyek tergolong besar, Agus menilai, anggaran Rp 9 miliar masih wajar. Menurutnya, kolam renang ini memiliki spesifikasi khusus, berbeda dengan kolam renang umum, karena disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum maritim.

“Jangan disamakan dengan kolam renang rekreasi. Ini dibangun untuk mendukung proses pembelajaran di bidang kelautan, jadi tentu ada standar tersendiri,” terangnya.

Proyek ini juga merupakan bagian dari pendekatan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang menjadi strategi pengembangan pendidikan kejuruan di Bumi Etam. Karena itu, disebutnya, keterlambatan ini dinilai bisa mengganggu perencanaan pendidikan secara keseluruhan.

Agus pun meminta Dinas Pendidikan segera mengambil langkah strategis agar pembangunan bisa rampung sesuai target, yakni pada bulan Mei mendatang. Pihaknya mengingatkan bahwa kegagalan proyek bukan hanya soal anggaran yang terbuang, tetapi juga menyangkut masa depan para siswa.

“Kalau memang tidak selesai sesuai target, Dinas harus segera evaluasi total dan ambil keputusan yang tepat. Ini menyangkut program penting dan investasi besar bagi dunia pendidikan kita,” tegasnya.

Agus Aras juga membuka kemungkinan untuk melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek.

“Bisa saja kami turun langsung ke lapangan. Itu bagian dari tugas kami sebagai anggota DPRD dalam melakukan pengawasan,” tandasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru