Ayyub Dorong Pengembangan Kopi Sebagai Langkah Menuju Ekoni Hijau Berbasis Desa

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Samarinda – Demi meningkatkan ekonomi daerah yang berkelenjutan, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai pentingnya pengembangan kopi sebagai langkah awal menuju ekonomi hijau

Dewan dengan sapaan akrab Ayyub tersebut, melihat dominasi tambang dan sawit yang terus gencar, dirinya menekankan adanya usaha yang dapat mendongkrak ekonomi dengan mengedapnkan lingkungan dan lahan strategis.

Hal tersebut dirinya soroti, sebab Ayyub menilai kopi bukan sekadar komoditas semata, melainkan simbol peralihan menuju model pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan inklusif.

“Pengembangan kopi di desa seperti Jonggon bukan hanya soal bisnis, tapi juga pemulihan lahan dan pembentukan ekonomi baru setelah tambang. Ini soal arah masa depan Kukar,” ujarnya

Dirinya juga menyoroti fakta bahwa banyak wilayah eks tambang di Kukar menyisakan lahan tidur yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk budidaya kopi. Selain berkontribusi pada pemulihan lingkungan, tanaman kopi juga dinilai cocok secara ekologis di dataran Kukar yang memiliki keunikan tanah dan iklim tersendiri.

“Kopi itu bukan tanaman serampangan. Ia tumbuh subur di tanah yang sehat. Jadi ketika desa mulai menanam kopi, itu juga tanda kita mulai memperbaiki alam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ayyub menilai kopi sebagai pintu masuk menuju kebangkitan ekonomi desa yang mandiri dan berbasis komunitas. Ia menekankan bahwa pengembangan kopi bisa menciptakan rantai ekonomi baru, dari petani, pengolah, pelaku UMKM, hingga pelaku wisata desa.

“Kita ingin desa jadi pusat ekonomi, bukan sekadar penonton. Kopi bisa jadi motor untuk pariwisata, pelatihan keterampilan, bahkan diplomasi budaya,” terang Ayyub.

Dengan itu, Ayyub menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan budidaya, akses pembiayaan, bantuan alat pascapanen, dan promosi terpadu. Menurutnya, tanpa keberpihakan kebijakan, kopi lokal sulit menembus pasar yang lebih luas.

“Kalau kita bisa promosikan kopi Kukar sebagai kopi spesialti, seperti Gayo atau Kintamani, maka kita bukan cuma jual rasa. Kita jual cerita, identitas, dan semangat desa bangkit,” pinta Ayyub.

Di tengah krisis iklim dan ketimpangan ekonomi akibat eksploitasi sumber daya alam, Ayyub melihat kebangkitan kopi desa sebagai simbol harapan baru.

“Inilah ekonomi pascatambang yang kita impikan, berakar di desa, tumbuh bersama alam, dan menyatu dengan budaya,” tutupnya dengan pernyataan penuh harap. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB