APBD Tertekan, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pajak Daerah sebagai Penopang Fiskal

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

Infonusa.co, Samarinda – Menyusutnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur pada 2026 menjadi sinyal kuat perlunya perubahan strategi pengelolaan keuangan daerah. Dari proyeksi semula sekitar Rp21 triliun, APBD Kaltim diperkirakan turun menjadi Rp15 triliun, sehingga pemerintah dituntut lebih kreatif menggali sumber pendapatan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menilai situasi tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Kondisi ini memaksa kita untuk tidak lagi bergantung pada pola lama. PAD harus menjadi penopang utama,” ujarnya.

Husni menyoroti ketergantungan daerah, terutama Kutai Kartanegara, terhadap sektor sumber daya alam (SDA). Menurutnya, struktur pendapatan yang terlalu bertumpu pada SDA membuat daerah rentan ketika terjadi penurunan penerimaan transfer maupun fluktuasi komoditas.

“Ketergantungan pada SDA masih sangat besar, padahal ada banyak potensi pajak lain yang bisa dikembangkan,” katanya.

Ia mencontohkan aktivitas perusahaan besar, khususnya di sektor pertambangan dan industri berbasis SDA, yang memanfaatkan berbagai fasilitas dan sarana di daerah. Mulai dari kendaraan operasional, alat berat, hingga konsumsi bahan bakar, semuanya menyimpan potensi pajak yang belum tergarap optimal.

“Perusahaan-perusahaan itu beroperasi penuh di daerah. Kendaraan, alat berat, BBM—semuanya punya nilai pajak yang seharusnya bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Husni menegaskan, upaya penguatan pajak daerah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota, menurutnya, harus ikut aktif melakukan pendataan dan inventarisasi potensi pajak di wilayah masing-masing.

“Jangan hanya menunggu kebijakan dari provinsi. Daerah harus proaktif mengidentifikasi potensi yang ada,” tegasnya.

Ia meyakini, dengan koordinasi yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, optimalisasi pajak dapat menjadi strategi kunci untuk menjaga stabilitas fiskal Kaltim di tengah tekanan penurunan APBD.

“Kalau dikelola bersama dan serius, pajak daerah bisa menjadi penyangga utama keuangan Kaltim ke depan,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD
Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi
Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​
Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Berita Terbaru