Antrean Panjang Jamaah Disorot DPRD Kaltim, Pembagian Kuota Haji Diminta Lebih Berkeadilan

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Lamanya antrean keberangkatan haji di sejumlah daerah Kaltim kembali menjadi perhatian DPRD. Ketimpangan antara jumlah pendaftar dan kuota yang tersedia dinilai berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi calon jamaah, terutama di wilayah dengan minat haji yang tinggi.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai pembagian kuota haji perlu disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan. Daerah dengan pendaftar besar, seperti Samarinda dan Balikpapan, menurutnya sudah semestinya memperoleh alokasi yang lebih proporsional.

“Kalau jumlah pendaftarnya jauh lebih banyak, tentu idealnya kuota juga menyesuaikan. Jangan sampai antrean makin panjang dan memberatkan masyarakat,” kata Agusriansyah.

Ia menegaskan bahwa meskipun kewenangan penetapan kuota berada di tangan kementerian, prinsip keadilan harus menjadi landasan utama. Data jumlah pendaftar, kata dia, seharusnya menjadi indikator penting dalam menentukan besaran kuota setiap daerah.

Agusriansyah memberi gambaran, wilayah dengan ratusan pendaftar seharusnya tidak disamakan dengan daerah yang jumlah pendaftarnya jauh lebih sedikit. Menurutnya, penyamaan kuota justru berpotensi menciptakan ketimpangan dalam layanan ibadah haji.

Ia juga menyinggung dinamika kuota di daerah lain sebagai pembanding. Di beberapa wilayah Jawa Tengah, terdapat penurunan signifikan kuota haji, sementara Balikpapan justru mengalami peningkatan karena tingginya jumlah pendaftar yang mencapai ribuan orang.

DPRD Kaltim, lanjut Agusriansyah, pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah pusat selama dilaksanakan secara transparan dan profesional. Ia mengingatkan agar proses penentuan kuota terbebas dari praktik yang merugikan calon jamaah.

“Yang terpenting, kebijakan ini adil dan terbuka. Jangan sampai ada jamaah yang sudah lama menunggu justru tertunda karena pembagian kuota yang tidak sehat,” tegasnya.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat, sehingga pembagian kuota haji benar-benar mencerminkan kebutuhan masing-masing wilayah dan memberi kepastian bagi masyarakat yang menanti keberangkatan. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD
Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi
Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​
Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Berita Terbaru