Andi Yusuf Soroti Masalah Kuota PPPK Guru yang Tidak Terpenuhi di PPU

- Jurnalis

Jumat, 18 Oktober 2024 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Wakil Ketua II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menyoroti persoalan serius dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk posisi guru di PPU.

Menurutnya, dari 300 kuota yang tersedia untuk PPPK guru, hanya 150 orang yang berhasil memenuhi syarat yang ditetapkan. Salah satu kendala utama adalah persyaratan pengalaman kerja minimal dua tahun yang menjadi tantangan bagi banyak calon pendaftar.

“Kalau ada yang tidak terpenuhi, ya kami konsultasi dengan pemerintah pusat. Seperti sebelumnya, saat ada penerimaan PPPK untuk guru-guru,” kata Yusuf.

Ia menambahkan bahwa persoalan ini telah menjadi perhatian penting bagi DPRD PPU. Meskipun pemerintah telah menetapkan kuota yang cukup besar, yaitu 300 orang, sayangnya persyaratan yang ketat membuat banyak calon guru tidak memenuhi syarat, sehingga hanya separuh dari kuota yang dapat terisi.

“Penerimaannya syarat harus 2 tahun, nah kuotanya kurang lebih 300, yang terpenuhi hanya 150,” lanjutnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan tenaga pendidik di PPU dan kemampuan calon guru untuk memenuhi persyaratan administratif yang diberlakukan.

Yusuf menjelaskan bahwa DPRD telah mengambil langkah untuk berkonsultasi dengan pemerintah pusat mengenai kendala ini, dengan harapan agar persyaratan yang dianggap memberatkan dapat dievaluasi lebih lanjut.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah kekurangan tenaga pendidik di PPU.

Yusuf berharap agar aturan terkait pengalaman kerja bisa lebih fleksibel sehingga kuota yang telah dialokasikan dapat terpenuhi secara maksimal, mengingat pentingnya keberadaan tenaga guru dalam mendukung program pendidikan di daerah tersebut. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB