Andi Satya Soroti Alokasi Pembagian MBG Pada Tiap Wilayah Kaltim

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra

Infonusa.co, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat mulai menuai sorotan kritis dari daerah, salah satunya Kalimantan Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menekankan bahwa implementasi program nasional ini tidak bisa dipukul rata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, kondisi geografis dan ekonomi di Kaltim sangat berbeda, terutama dalam hal harga bahan pokok yang cenderung lebih tinggi.

“Biaya pelaksanaan MBG di Kaltim tentu tidak bisa disamakan dengan Pulau Jawa. Jika pendekatannya tetap seragam, maka keberhasilan program ini di daerah seperti kami akan sulit tercapai,” ujarnya.

Andi Satya menilai perlu ada formula khusus yang memperhitungkan realitas lokal agar program MBG benar-benar efektif dan berkelanjutan di daerah luar Jawa.

“Program ini sangat positif, tapi realitanya harga bahan pokok di Kaltim lebih mahal. Jadi, tidak bisa disamaratakan anggarannya,” ungkapnya.

Program MBG saat ini masih dalam tahap uji coba di sejumlah daerah. Namun, hasil awal menunjukkan bahwa pendekatan satu skema nasional kurang efektif. Andi menilai, tanpa penyesuaian, program ini berisiko tidak berjalan maksimal, apalagi jika dipaksakan mengikuti pola pusat.

“Eksekusinya harus menyesuaikan kondisi lapangan. Kalau hanya meniru konsep pusat, belum tentu bisa diterapkan dengan baik di sini,” tegas politisi muda tersebut.

Dirinya mendorong agar pemerintah pusat membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah dalam menyusun skema pelaksanaan program MBG. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat tergantung pada adaptasi kebijakan dengan kebutuhan dan tantangan lokal.

“Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh siswa bisa menerima manfaat. Jadi, pelaksanaan di daerah harus realistis, bukan sekadar formalitas kebijakan,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Damkarmatan Kukar Sarankan APAR Minimal 6 Kilogram di Rumah Warga

Minggu, 18 Okt 2026 - 00:06 WIB

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Safari Subuh Kukar Buka Ruang Sinergi Masjid dan Program Pemerintah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:57 WIB