Ancaman Buaya di Kutim Masih Resahkan Warga, DPRD Kaltim Minta Antisipasi Ketat

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Sulasih. (ist)

Anggota DPRD Kaltim, Sulasih. (ist)

Infonusa.co, Samarinda-Ancaman buaya di wilayah perairan Kutai Timur (Kutim) terus menjadi momok bagi warga sekitar. Keganasan hewan predator ini telah menelan korban jiwa dalam sejumlah peristiwa, yang semakin meresahkan masyarakat.

,Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sulasih mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim sebenarnya telah berupaya mencegah kejadian serupa berulang. Salah satunya dengan mengeluarkan larangan bagi warga untuk beraktivitas di dekat sungai yang menjadi habitat buaya.

Namun, menurut Sulasih, ancaman tersebut tetap berlanjut karena masih ada warga yang melanggar imbauan tersebut.

“Kadang-kadang masyarakat ini, bagaimana ya teledor atau bagaimana, tetap main di situ. Dan sekarang buaya sudah banyak lari ke jalan-jalan, itu faktor pemukiman yang sudah ada juga di Kutai Timur. Buaya sudah pada naik ke daratan,” jelas Sulasih.

Sulasih menegaskan pentingnya langkah antisipasi untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya. Ia mengingatkan bahwa warga, terutama anak-anak, harus benar-benar dilarang bermain di sekitar aliran sungai.

“Orang tua juga perlu memperhatikan anak-anaknya, memberikan pengawasan ekstra, jika perlu melarang mereka beraktivitas di bantaran aliran sungai. Hal ini perlu diantisipasi agar tidak banyak jatuh korban,” ucapnya.

Ia juga meminta pemerintah dan pihak terkait untuk memperkuat sosialisasi kepada warga mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh buaya di kawasan tersebut.

Selain itu, diperlukan tindakan lebih lanjut untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar ini, baik melalui pengelolaan habitat buaya maupun peningkatan kesadaran masyarakat.

Pernyataan Sulasih ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman dari buaya di wilayah perairan Kutim.
(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim).

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB