Ananda Berikan Dukungan Langsung Terhadap Perkembangan Sektor Pertaian

- Jurnalis

Senin, 25 November 2024 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis (ist)

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Tingkat kebutuhan bahan pangan akan mengalami lonjakan seiring dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim)

Maka dari itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Ananda Emira Moeis memberikan dorongnya terhadap pengembangan sektor pertanian yang ada di provinsi Kaltim.

Politis perempuan yang juga akrab disapa Nanda tersebut menjelaskan, dalam menghadapi tantangan tersebut, pengambangan sektor pertanian di Kaltim belum maksimal. Hingga kini, kontribusi terbesar bagi pendapatan asli daerah (PAD) masih bertumpu pada sektor pertambangan.

Untuk transformasi pertambangan ke pertanian, ia mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang pengembangan food estate, salah satunya di Kaltim. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tetap berpihak pada kesejahteraan petani lokal.

“Jika dilakukan dengan serius, food estate tidak hanya bisa memperkuat swasembada pangan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Jadi, semua pihak harus bergandengan tangan untuk mewujudkan hal ini,” ucap Nanda.

Terkait dengan pengembangan pertanian, Nanda menegaskan bahwa Kaltim memiliki potensi yang besar. Namun, belum dikelola dengan baik.

“Saya yakin, Kaltim memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan, mengingat luasnya wilayah yang tersedia,” timpalnya.

Lebih lanjut kata Nanda, untuk mewujudkan swasembada pangan dengan potensi pertanian yang besar, pemerintah perlu menyusun database melalui pemetaan yang komprehensif di wilayah Kaltim.

Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting untuk merancang cetak biru ketahanan pangan di Kaltim yang menjadi daerah penyangga kebutuhan IKN.

“Kita belum punya data konkret soal pertanian di setiap kabupaten kota. Berapa luas lahannya? Bagaimana kualitas tanahnya, pinggiran kota atau tidak? Cocoknya ditanami apa?” paparnya.

“Kalau kita punya database lengkap, saya yakin kita tidak perlu lagi mengandalkan pasokan dari luar. Kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” sambung Nanda.

Sejauh ini, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) sudah dikenal sebagai lumbung pangan di Provinsi Kaltim.

Namun, ia meyakini wilayah lain juga memiliki potensi serupa jika dikelola dengan baik. Ananda menekankan perlunya pemetaan menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Yang paling penting, mulai dengan database. Setelah itu, pemerintah harus menetapkan prioritas, dari pusat hingga kabupaten kota. Selain fokus pada SDA, kita juga harus memastikan ketahanan pangan, terutama untuk kebutuhan kita sendiri,” tandasnya.
(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru