Infonusa.co, Samarinda – Kepadatan arus kendaraan di jalur nasional wilayah timur Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya yang melintasi Kabupaten Kutai Timur, mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras.
Pria yang kerap disapa Agus itu, mendorong agar Pemerintah Provinsi Kaltim segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki dan memperluas infrastruktur jalan tersebut.
Menurut Agus, jalur yang menghubungkan Kutai Timur dengan wilayah tenggara provinsi telah mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi ini, katanya, harus segera dijawab dengan intervensi pembangunan jalan yang terukur dan berkelanjutan.
“Setiap hari arus kendaraan di jalur tersebut sangat padat. Ini bukan isu baru. Masyarakat sudah menanti lama. Perbaikan harus segera dilakukan, jangan hanya jadi bahan pembahasan tahunan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa permintaan pembangunan infrastruktur jalan bukan semata datang dari lembaga legislatif atau eksekutif, melainkan merupakan aspirasi langsung dari masyarakat. Warga, pelaku usaha, hingga pengemudi logistik secara rutin menyampaikan keluhan mereka terhadap kondisi jalan yang kerap rusak dan rawan kecelakaan.
“Pesan masuk ke saya hampir tiap minggu. Ini bukti bahwa kebutuhan perbaikan jalan bukan isapan jempol, melainkan suara nyata dari masyarakat yang merasakan dampaknya setiap hari,” ujarnya.
Agus juga menyinggung soal skema pembiayaan yang dapat ditempuh. Ia menyarankan agar Pemprov Kaltim bersinergi dengan pemerintah pusat, memanfaatkan peluang dari proyek strategis nasional maupun Dana Alokasi Khusus (DAK), agar pelaksanaan pembangunan tidak bergantung hanya pada APBD provinsi.
“Kalau bisa dikolaborasikan antara APBD dan APBN, tentu hasilnya akan lebih cepat dan luas. Kita butuh gerakan bersama, bukan hanya sekadar rencana,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kondisi jalan yang baik akan membuka banyak manfaat, mulai dari menurunkan biaya logistik, mempercepat layanan publik, hingga memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di pelosok.
“Infrastruktur bukan hanya soal jalan, tapi juga kesejahteraan. Anak-anak sekolah lebih mudah dijemput, pasien lebih cepat ditangani, pedagang lebih murah distribusinya. Dampaknya menyeluruh,” jelasnya.
Sebagai penutup, Agus mengajak seluruh pihak, baik eksekutif maupun legislatif, untuk bersama-sama mengawal rencana pembangunan ini hingga terealisasi. Ia juga berharap Pemprov Kaltim segera menyusun dokumen perencanaan lengkap agar bisa diusulkan secara resmi ke kementerian terkait.
“Kita ingin bukan hanya wacana, tapi ada aksi nyata. Jangan sampai wilayah timur Kaltim terus terpinggirkan hanya karena soal jalan,” pungkasnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)









