Infonusa.co, Samarinda – Aksi pencegatan truk angkutan batu bara oleh masyarakat di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur masih terus berlangsung.
Masyarakat meminta ada respon dari pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap truk angkutan batu bara yang kerap melintasi jalan umum.
Gabungan sopir truk angkutan batu bara yang terdampak dari aksi pengadangan tersebut meminta agar pemerintah bisa memberi solusi terhadap persoalan tersebut.
Salah satu Sopir PS Roda 6 Lintas Kaltim-Kalsel, Bambang mengaku para sopir truk angkutan batu bara sangat terdampak dengan adanya aksi pencegatan yang dilakukan.
Salah satu Sopir PS Roda 6 Lintas Kaltim-Kalsel, Bambang mengaku para sopir truk angkutan batu bara sangat terdampak dengan adanya aksi pencegatan yang dilakukan.
“Kami dilarang melakukan hauling, sementara kami sopir truk di wilayah Batu Sopang ini bukan truk perusahaan yang digunakan, melainkan milik pribadi yang sehari-hari kami gantungkan hidup mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.
Pihaknya menginginkan agar pemerintah dapat memberi solusi, sehingga para sopir truk angkutan batu bara dapat beroperasi kembali.
“Truk-truk kecil yang ada di wilayah Paser ini sekitar dua ratusan unit, kalau dikolaborasikan dengan yang di Kalsel ada sekitar hampir 700 unit truk yang pemuatannya di Seradang Kalsel,” ungkapnya.
Para sopir truk angkutan batu bara lokal di wilayah Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang dan Kuaro hanya mengandalkan ikut dalam kegiatan hauling dari PT. Mantimin.
Bambang menginginkan agar pemerintah maupun pihak lainnya dapat mengambil peran agar bisa memberikan solusi yang terbaik.
“Jangan hanya menyalahkan kami, sementara kegiatan hauling ini sudah berlangsung sejak lama dan kami cuma mencari makan untuk menghidupi keluarga kami,” pungkasnya.









