Tragedi Longsor Menimpa Samarinda, Komisi III Minta Pemkot Segera Lakukan Investigasi

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda. Abdul Rohim

Anggota komisi III DPRD Kota Samarinda. Abdul Rohim

 

Infonusa.co, Samarinda – Derasnya hujan yang mengguyur Samarinda membawa dampak tak terduga, yakni adanya sebuah insiden longsor terjadi di sekitar area proyek terowongan strategis kota, memunculkan kekhawatiran akan keamanan dan keberlanjutan proyek infrastruktur tersebut.

Tak lama berselang, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim yang membidangi persoalan infrastruktur, merespons cepat. Dirinya menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kerusakan ringan.

Selain itu, Rohim sapaan akrabnya, memandang longsor tersebut sebagai sinyal awal dari potensi gangguan serius terhadap struktur proyek, yang harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi teknis menyeluruh sebelum meluas menjadi masalah yang lebih besar.

“Dari hasil pemantauan di lapangan dan visual yang kami terima, ini bukan kerusakan biasa. Ada indikasi gangguan pada struktur, dan itu tidak boleh dianggap remeh,” ungkap Rohim.

Rohim sebut pihaknya menyoroti pentingnya investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab longsor, dampaknya terhadap struktur terowongan, dan langkah-langkah penanganan yang telah atau akan diambil oleh pemerintah kota maupun kontraktor pelaksana.

“Kami ingin tahu secepatnya, apa penyebab longsor ini, bagaimana penanganannya, dan seberapa besar dampaknya terhadap struktur terowongan secara keseluruhan,” jelasnya.

Menurut Rohim, insiden ini menyentuh lebih dari sekadar aspek teknis. Ia menyebut kasus ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur besar yang dananya bersumber dari APBD.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kepercayaan publik. Jika proyek sebesar ini mengalami kerusakan dini, tentu banyak pertanyaan yang harus dijawab,” paparnya.

Komisi III meminta agar pemerintah tidak menganggap sepele insiden ini dan menuntut adanya transparansi serta tindakan nyata.

“Kami tidak ingin insiden seperti ini disepelekan. Harus ada kejelasan, dan yang paling penting: harus ada tindakan nyata,” pungkas Rohim mempertegas. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD
DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:24 WIB

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Berita Terbaru