Thohiron Nilai Koperasi Desa di PPU Belum Optimal, Soroti Masalah Manajemen dan Kepercayaan Publik

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron

Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron

Infonusa.co, Penajam — Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menilai program pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pusat belum berjalan optimal di wilayahnya. Ia menyebut banyak koperasi desa di PPU masih menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan dan belum menyentuh kebutuhan pokok warga secara menyeluruh.

“Pemahaman soal koperasi belum tuntas. Banyak kasus di mana pengurus lebih diuntungkan dibanding anggotanya,” ujar Thohiron saat ditemui, Senin (28/4/2025).

Menurutnya, koperasi yang aktif di PPU saat ini umumnya bergerak di sektor simpan pinjam. Sementara itu, koperasi yang berperan dalam penyediaan kebutuhan pokok, seperti sembako, pupuk, hingga hasil pertanian lokal, masih minim.

Ia menyoroti adanya tantangan dalam bersaing dengan perusahaan swasta yang sudah lebih mapan. “Agak berat kalau ada selisih harga dengan produk milik perusahaan,” katanya.

Thohiron mengusulkan agar koperasi desa lebih difokuskan pada distribusi produk pertanian, obat-obatan pertanian, dan hasil bumi dari desa itu sendiri, sehingga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal secara nyata.

Namun demikian, ia juga menyoroti persoalan internal koperasi, terutama pada aspek manajemen dan kepercayaan masyarakat akibat kegagalan koperasi di masa lalu.

“Banyak warga masih trauma. Jika koperasi mau hidup, butuh pengurus yang kompak dan punya jiwa wirausaha,” tandasnya.

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB