Thohiron Minta Pemerintah Jamin Masa Depan Atlet, Layaknya Pekerja di Sektor Lain

- Jurnalis

Kamis, 26 September 2024 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap masa depan para atlet setelah mereka tidak lagi produktif di dunia olahraga.

Menurutnya, masa depan seorang atlet sering kali tidak jelas ketika mereka melewati usia produktif, yaitu sekitar 35 hingga 40 tahun.

Untuk itu, Thohiron mendesak pemerintah agar menyediakan jaminan hidup bagi para atlet setelah mereka pensiun, seperti halnya pekerja di sektor lain yang menerima tunjangan pensiun.

“Kalau atlet sudah menginjak usia 35 sampai 40 tahun ke atas, mau ngapain dia?” tanya Thohiron.

Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib para atlet yang sering kali menghadapi ketidakpastian setelah karir mereka di dunia olahraga berakhir.

Menurutnya, tanpa jaminan hidup yang memadai, para atlet yang pernah berjuang dan mengharumkan nama daerah serta bangsa akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka di masa tua.

Thohiron membandingkan nasib atlet dengan pekerja di sektor lain, di mana mereka mendapatkan jaminan pensiun setelah menyelesaikan masa kerjanya.

“Sehingga nanti kalau seseorang menjadi atlet, itu menjadi suatu kebanggaan karena ada jaminan masa tua,” ujarnya.

Ia berharap agar menjadi atlet di Indonesia dapat dipandang sebagai profesi yang terhormat dan memberikan kebanggaan bagi setiap orang, tidak hanya ketika mereka berada di puncak karier, tetapi juga ketika mereka memasuki masa pensiun.

Menurut Thohiron, dengan memberikan jaminan masa tua bagi para atlet, pemerintah tidak hanya memastikan kesejahteraan mereka di masa depan, tetapi juga menciptakan rasa aman dan kepastian bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet.

Banyak orang yang enggan menjadikan atlet sebagai profesi utama karena ketidakpastian masa depan setelah mereka tidak lagi aktif.

“Sama seperti orang yang bekerja di sebuah perusahaan, karena pada akhirnya dia dapat pensiun, kan begitu,” lanjutnya, membandingkan sistem pensiun pekerja di perusahaan dengan nasib atlet yang hingga kini belum mendapatkan perlindungan yang sama. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru