Infonusa.co, Samarinda – Kinerja Walikota Samarinda, Andi Harun, memberikan kepuasan bagi masyarakat Kota Samarinda. Namun juga banyak hal yang luput dari tugas seorang Andi Harun sebagai Walikota Samarinda saat ini.
Hal tersebut bahkan disadari dan dinilai secara langsung oleh Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya. Dirinya menilai kinerja Walikota Samarinda harus dilihat dan dibijaki dalam beberapa bagian tertentu.
“Kalau kita melihat dan mau menilai kinerja Walikota saya harus membijaki beberapa bagian, jadi kita tidak bisa menilai total keseluruhan, karena ada kurang lebihnya” ujar Angkasa, pada Rabu (05/06/2024).
Angkasa sendiri mengakui Walikota saat ini punya kelebihan, yang dirinya lihat yakni memiliki ketegasan dan juga ego. Begitu pun Angkasa melihat Walikota Samarinda dapat mengendalikan Pemerintahan dengan baik.
Selain itu, dengan adanya penilaian yang dilontarkan oleh Angkasa untuk Walikota. Dirinya juga menyebut pentingnya kedisiplinan dalam membangun jati diri seseorang bahkan pada saat dia sudah dewasa dan ingin mengambil pilihan untuk menjadi seorang pemimpin.
“Orang disiplin itu kan memperlihatkan jati diri, kita menerapkan disiplin ke anak kita dan akan terbentuk, tapi kalau sudah dewasa akan penuh pertimbangan,” ucapnya.
Dengan niat Walikota yang ingin membangun Samarinda sebagai Kota peradaban pun di anggap masih kurang oleh Angkasa. Sebab hal tersebut tidak selaras dengan kinerjanya saat ini. Bahkan dirinya mengambil contoh Kota peradaban yakni Kota Jakarta.
“Karena rencana presiden Jokowi membangun revolusi mental yang tidak mental. Kota Jakarta saja apakah sudah tertib sebagai Kota peradaban? Belum,” tuturnya.
“Membangun mindset masyarakat menjadi mental yang baik berangkat dari perut, kalau perutnya kenyang ya pasti sejahtera. Maka, membangun mindset itu susah,” sambungnya.
Lanjut, Angkasa juga mempertanyakan, bagaimana Samarinda saat ini bisa jadi Kota peradaban jika masyarakat nya saja masih tidak dapat ditertibkan dengan baik. Sehingga dianggap masih kurang beradab walaupun dengan alasan kesejahteraan pribadi.
“Kita bisa gak melarang parkir liar, gak bisa karena mereka lapar, bisa gak kita larang lapak lapak yang di pinggir sungai? apakah berhasil?. Pernahkah Samarinda sampai saat ini bisa menertibkan masyarakat, jawabnnya semua tidak. Karena mereka semua lapar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Angkasa menerangkan ketika membangun pusat peradaban, maka masyarakat yang tidak beradab tentu juga harus berbudaya, dan bagaimana harus berbudaya? orang – orang harus kenyang dengan perutnya yang lapar.
Maka daripada itu, Angkasa menjelaskan hal apa yang harus di lakukan oleh pemerintah saat ini untuk menanggulangi masalah yang ada dan menjadi catatan dari seorang Walikota Samarinda agar dapat membangun kota peradaban, yaitu perekonomian.
“Jadi apa yang harus di bangun oleh pemerintah, yakni perekonomian. Sekarang perekonomian yang bisa berkembang itu hanya di pinggiran kota, karena sudah pada di tengah kota ini,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









