Sujiati: Dulu Petani Merugi, Sekarang Terima Uang Tunai Usai Panen Berkat Brigade Pangan

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati

Wakil Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati

Infonusa.co, PENAJAM — Wakil Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, menyoroti perubahan signifikan yang dirasakan para petani di daerahnya sejak hadirnya program Brigade Pangan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dalam keterangannya pada Selasa (8/4/2025), Sujiati menggambarkan kondisi petani sebelum program ini dijalankan sebagai “sangat menyedihkan.” Ia menyebut harga jual padi yang sangat rendah dan minimnya pembeli membuat banyak petani kesulitan bahkan untuk sekadar menutupi biaya produksi.

“Kalau dulu musim panen justru menyedihkan. Harga gabah murah, dan parahnya lagi nggak ada yang beli. Petani bingung mau jual ke mana,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Kini, kata Sujiati, situasinya jauh membaik. Kehadiran Brigade Pangan membuat petani tidak lagi harus bersusah payah menjual hasil panennya secara mandiri. Badan Urusan Logistik (Bulog) langsung turun tangan membeli gabah kering hasil panen petani, sehingga pemasaran hasil tani menjadi lebih pasti.

“Sekarang Bulog langsung ambil gabah hasil panen. Itu sangat luar biasa. Petani nggak harus jemur, nggak harus giling, tinggal panen dan langsung terima uangnya,” katanya.

Ia menekankan bahwa kemudahan ini bukan hanya berdampak pada sisi ekonomi, tapi juga pada semangat kerja petani yang meningkat tajam. “Semangat petani sekarang luar biasa. Nggak perlu repot lagi, langsung cair,” tambahnya.

Lebih jauh, Sujiati menjelaskan bahwa sebelum program Brigade Pangan diluncurkan, petani bahkan sulit mencapai titik impas.

“Dulu mah jangankan untung, balik modal saja belum tentu. Sekarang mereka sudah mulai dapat kelebihan sedikit dari hasil panen. Itu perubahan besar,” tutupnya.

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru