Sani Beri Pemahaman Kepada Masyarakat Samarinda Terkait Bapokting dan Panic Buying

- Jurnalis

Rabu, 5 Maret 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani bin Husein

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani bin Husein

Infonusa.co, Samarinda – Kenaikan Bahan Pokok Penting kerap menjadi isu yang mencuat dalam momentum Bulan Ramadhan di tiap tahunnya. Isu tersebut sering kali diterima oleh masyarakat sehingga menyebabkan panic buying.

Dengan isu tersebut, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain angkat bicara terkait isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan bahan pokok penting (Bapokting) saat Ramadan 2025, serta Panic Buying masyarakat yang terus terjadi di setiap acara besar tahunan saat ini.

Menurut Sani sapaan akrabnya, kepanikan itu hal yang wajar bagi manusia dan kita tidak bisa menyalahkan perasaan orang, karena tugas kita hanya menjamin bagaimana ketersediaan barang cukup bagi mereka, apalagi saat ini Ramadan sedang berjalan.

“Ya tugas kita hanya memastikan ketersediaan bapokting itu cukup bagi mereka, seperti beras cukup, pangan cukup, gas cukup dan itulah tugas kita. Bukan malah ngurusin perasaan mau panik atau enggak,” tuturnya.

Lanjutnya, Sani mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak boleh menyalahkan kepanikan dari masyarakat. Kepanikan itu terjadi, karena mungkin masyarakat belum bisa mendapatkan ketersediaan bapokting untuk kebutuhan mereka.

“Pemkot Samarinda gak boleh nyalahin paniknya masyarakat. Mau panik ya panik aja nanti kalau kebutuhan cukup pasti reda sendiri paniknya,”  ungkap Sani.

“Ini masalah psikologi masyarakat. Kita itu dua tugasnya, menjamin stoknya cukup dan harga terjangkau,” tambahnya.

Lebih lanjut kata Sani, mengingat pentingnya menjaga kestabilan harga, pihaknya akan terus memantau dan mengawasi pasar, guna memastikan tidak terjadinya lonjakan harga yang signifikan terhadap bapokting.

“Kita akan mengusahakan dari DPRD sebagai pengawas akan selalu memantau dan monitor agar pemerintah terus menjaga kestabilan agar tidak terjadinya inflasi,” tutupnya. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru