Samri Minta Penegakan Hukum Segera Atas Tindakan Doxing yang Kian Masif

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. 

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. 

Infonusa.co, Samarinda – Fenomena yang masif saat ini ditengah kehidupan masyarakat, yakni Doxing atau penyebaran data pribadi menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh pihak. Tidak hanya masyarakat, bakan pejabat publik pun terkena imbas dari akibat maraknya insiden Doxing.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Samri Shaputra, menilai doxing merupakan bentuk perbuatan ilegal yang dapat membentur proses demokrasi yang ada di Indonesia.

Pasalnya, menurut Samri, ha tersebut dapat menimbulkan ketakutan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya secara daring, baik itu di media sosial maupun media berita.

“Doxing bukan sekadar pelanggaran privasi. Ini adalah bentuk tekanan yang menciptakan ketakutan dan berpotensi membungkam suara publik,” jelasnya.

Samri juga merasa bentuk pengawasan dari Legislatif cenderung dianggap negatif oleh pihak pihak eksekutif. Padahal Samri merasa bahwasanya menyikapi hal tersebut bukanlah bentuk melawan atau konfromtasi ke Pemerintah.

“Kami menjalankan tugas sebagai pengawas. Kalau kami bersuara, dianggap menyerang. Kalau diam, dibilang tidak bekerja. Padahal kami juga menyertakan solusi dalam kritik yang disampaikan,” ungkapnya.

Namun menurut Samri, tidak semua masukan ditanggapi dengan terbuka oleh pemerintah. Di sisi lain, muncul pula upaya-upaya pembungkaman yang muncul setiap kali ada kritik yang disuarakan.

“Ketika kritik muncul, tiba-tiba ada narasi negatif atau bahkan penyebaran data pribadi seseorang. Ini pola yang harus dihentikan,” ihwalnya.

Untuk itu, Samri mendesak aparat penegak hukum agar bersikap tegas dalam menangani kasus-kasus doxing yang terjadi di Samarinda. Dirinya menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat di ruang digital, tanpa rasa takut.

“Penegakan hukum atas kasus doxing harus dilakukan segera. Ini demi menjaga kebebasan berekspresi dan iklim demokrasi yang sehat di masyarakat,” pungkas Samri. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB