Rupiah Anjlok Terhadap Dolar AS, DPRD Samarinda Wanti-Wanti Lonjakan Harga Sembako Akibat Ongkos Kirim Mahal

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Foto : Ist)

Ket. Foto : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Foto : Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Jebloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan bakal memicu efek berantai pada meroketnya harga kebutuhan pokok di Kota Samarinda.

Uniknya, ancaman kenaikan harga ini bukan dipicu oleh kelangkaan pangan, melainkan akibat melesatnya biaya distribusi logistik.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan fluktuasi kurs rupiah memiliki kaitan erat dengan sektor energi yang menjadi tulang punggung aktivitas transportasi dan logistik. Ketika dolar menguat, biaya yang berhubungan dengan kebutuhan energi berpotensi ikut mengalami kenaikan.

“Secara sederhana, dampaknya memang akan terasa pada sektor BBM karena komoditas minyak dunia diperdagangkan menggunakan dolar AS,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak mentah dari luar negeri membuat perubahan kurs sangat berpengaruh terhadap biaya pengadaan energi. Meskipun transaksi di dalam negeri menggunakan rupiah, harga dasar tetap dipengaruhi nilai tukar terhadap dolar.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu peningkatan ongkos distribusi barang, terutama bahan kebutuhan pokok yang harus melalui jalur pengiriman antardaerah maupun antarpulau sebelum tiba di Samarinda.

“Ketika rupiah melemah, biaya yang berkaitan dengan energi tentu akan ikut terdorong naik dan berpengaruh pada aktivitas distribusi,” katanya.

Sebagian besar pasokan pangan yang beredar di Samarinda masih didatangkan dari luar Kalimantan. Karena itu, biaya transportasi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan harga jual barang di tingkat konsumen.

Ia menilai setiap kenaikan biaya pengiriman akan berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok di pasaran. Apalagi proses distribusi memerlukan perjalanan panjang yang bergantung pada transportasi laut maupun darat.

“Mayoritas barang kebutuhan masyarakat masuk dari luar daerah. Proses pengirimannya membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit dan semuanya bergantung pada bahan bakar,” ungkapnya.

Dirinya berpandangan ketahanan pangan daerah perlu diperkuat melalui peningkatan produksi lokal. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah dapat berkurang dan harga komoditas menjadi lebih stabil.

Selain itu, Joha mendorong pemerintah daerah untuk terus menjaga kelancaran rantai distribusi pangan agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan biaya logistik yang dipicu oleh gejolak nilai tukar.

“Semakin dekat sumber produksi dengan konsumen, maka biaya distribusi bisa ditekan dan harga barang akan lebih terkendali,” pungkasnya. (Sb/Adv)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:36 WIB

DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru