Resah Dengan Perubahan Air Sungai Karang Mumus, Peran Pemkot di Butuhkan

- Jurnalis

Jumat, 31 Mei 2024 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Ikhsan/Infonusa.co)

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Masyarakat saat ini diselimuti dengan keresahan dan kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini. Pasalnya, air sungai karang mumus telah berubah warna yang awalnya cokelat menjadi berwarna hijau dan menimbulkan ikan ikan ke permukaan air.

Fenoma aneh tersebut pun menjadi pusat perhatian bagi masyarakat sekitar. Sehingga mendapat respon dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samrinda, Samri Shaputra. Dirinya sampaikan sejauh ini pihaknya belum membahas terkait sebab atau faktor air sungai karang mumus mengapa menjadi berwarna hijau.

Kendati demikian, Samri , mengisyaratkan jika fenomena yang terjadi itu bisa membahayakan masyarakat, secepatnya pihak mereka harus perlu bertindak dan nantinya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda akan di panggil guna mengetahui penyebab terjadinya perubahan warna air yang terjadi di Sungai Karang Mumus.

“Warna air hijau itu apakah aman atau itu justru jadi racun, biasanya sih kalau hijau air karena tumbuhnya lumut, sebab adanya paparan sinar matahari kan, ini memang belum ada analisa yang menentukan ini lumut atau mungkin memang ada pencemaran. Kalo ini berlangsung lama apa efeknya nanti buat masyarakat kita,” ucap Samri.

Lebih lanjut, Samri mengutarakan bahwa dengan perubahan air yang terjadi pada Sungai Karang Mumus ini ikan – ikan juga mulai bermunculan dipermukaan air dan masyarakat berbondong bondong untuk menangkapnya, pihaknya juga belum mengetahui terkait ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat yang diperoleh dari sungai tersebut apakah beracun atau tidak.

“Karena sangat bahaya sekali kalau ikan yang di konsumsi itu bisa beracun. Kami akan coba  komunikasikan ke DLH terkait hal tersebut, karena saya bukan ahlinya. Kalo memang perlu kita akan adakan RDP dengan mereka,” jelasnya.

Saat ini belum ada yang menemukan kasus terkait masyarakat yang keracunan akibat mengkonsumsi ikan tersebut dan memang biasanya pemerintah ini tenang – tenang saja, tunggu ada kasus keracunan baru panik dan kalang kabut. Jangan sampai hal ini malah dibiarkan dan secepatnya perlu di antisipasi oleh Pemerintah Kota dari sekarang.

“Harusnya pemerintah ini cepat gitu mencari tahu, ini berbahaya apa tidak buat masyarakat kita, kalau aman aja ya sudah biarkan aja. Tapi sebenarnya dengan adanya perubahan warna tersebut Pemerintah Kota sudah harus mencari tahu akar masalahnya karena apa,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Lanjutkan GEMA sebagai Bagian Pembinaan Karakter ASN

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:01 WIB

Foto: Kepala DPMD Kukar, Arianto.

Pemkab Kukar

DPMD Kukar Siapkan Aplikasi Bestari untuk Perkuat Basis Data RT

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:56 WIB