Infonusa.co, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan hasil Profiling ASN (ProASN) Tahun 2026 sebagai basis pengelolaan karier dan pengembangan talenta aparatur sipil negara (ASN).
Sebanyak 400 ASN mengikuti pemetaan potensi dan kompetensi yang digelar selama dua hari, 6-7 Oktober 2026, di Kukar Digital University, Kompleks Stadion Aji Imbut, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, mengatakan ProASN dilakukan untuk menghasilkan pemetaan kompetensi yang terukur, objektif dan transparan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“Pelaksanaan ProASN ini untuk menyelenggarakan pemetaan potensi dan kompetensi ASN secara terukur, objektif dan transparan berbasis teknologi informasi, guna memperkuat penerapan sistem merit di lingkungan Pemkab Kukar,” kata Rendra.
Menurutnya, pemetaan tersebut mencakup kompetensi manajerial dan sosial-kultural, potensi literasi digital hingga preferensi karier. Hasilnya akan menjadi bagian dari basis data talenta atau talent pool ASN Kukar.
Data tersebut selanjutnya dapat digunakan dalam perencanaan dan pengembangan karier ASN, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan sumber daya aparatur.
“Ketiga, menyediakan bahan pertimbangan objektif bagi pimpinan daerah dalam rotasi, mutasi, promosi, suksesi jabatan, serta perencanaan program pengembangan kompetensi,” ujarnya.
Rendra mengatakan 400 peserta ProASN berasal dari berbagai jenjang jabatan. Peserta terdiri atas 10 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP), 28 pejabat administrator, 102 pejabat pengawas, 153 pejabat fungsional ahli madya, ahli muda dan ahli pertama, serta 107 pejabat pelaksana.
Dalam pelaksanaan tahun ini, 10 JPTP yang baru dilantik juga mengikuti profiling. Keikutsertaan tersebut diperlukan karena profil kompetensi mereka sebelumnya masih tercatat berdasarkan jabatan administrator.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Haryanto, menjelaskan pemetaan tersebut diperlukan agar data kompetensi sesuai dengan jabatan yang saat ini diemban.
“Kenapa teman-teman yang baru dilantik JPTP ini terlempar ke box lima. Rupanya kemarin waktu kita tes, profilnya masih di profil jabatan administrator. Belum ada profil setelah menduduki jabatan JPTP,” jelasnya.
Karena itu, para pejabat tersebut kembali mengikuti ProASN untuk memperoleh pemetaan sesuai dengan jabatan JPTP yang baru ditempati.
“Jadi hari ini untuk JPTP yang baru dilantik diikutkan untuk ProASN hari ini,” ujarnya.
Dafip mengatakan pengelolaan ASN membutuhkan basis data yang dapat menggambarkan potensi dan kompetensi aparatur secara lebih nyata. Data tersebut dapat digunakan untuk mendukung penempatan pegawai, perencanaan karier serta penyusunan program pengembangan kompetensi.
“Melalui hasil profiling ini kita akan memiliki database kompetensi yang akurat. Data inilah yang akan menjadi fondasi utama dalam menerapkan sistem merit secara utuh,” katanya.
Ia juga meminta peserta mengikuti proses profiling secara sungguh-sungguh dan memberikan gambaran kemampuan secara objektif. Menurutnya, banyaknya instrumen yang harus dikerjakan merupakan bagian dari proses mengenali potensi diri.
“Walaupun 700 soal, jangan jadikan kegiatan ini sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk mengenali potensi diri demi peningkatan karier dan kontribusi nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” tuturnya.
ProASN 2026 dilaksanakan dalam dua sesi tes setiap hari selama dua hari. Pemkab Kukar berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar pengelolaan ASN yang lebih objektif, baik dalam pengembangan kompetensi maupun perencanaan karier sesuai potensi pegawai dan kebutuhan organisasi. (Adv/fi)










