Percepatan Tanam Dinilai Krusial, Sujiati: Jangan Abaikan Pola Tanam Demi Kualitas Pangan

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 02:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

Infonusa.co, PENAJAM — Wacana percepatan masa tanam di sektor pertanian Penajam Paser Utara (PPU) mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati. Menurutnya, percepatan tanam memang menjadi keinginan para petani, namun harus tetap mempertimbangkan siklus dan pola alami pengolahan lahan agar hasil panen tetap berkualitas.

“Bukan karena petani kita tidak mau percepatan tanam. Tapi ada pola yang harus dipatuhi. Pengolahan lahan itu tidak bisa dipaksakan,” ujar Sujiati saat ditemui pada Rabu (9/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa lahan bekas tanam atau panen memerlukan waktu untuk proses alami, seperti pembusukan batang-batang padi. Menurutnya, jeda ini penting agar kandungan unsur hara di dalam tanah bisa kembali stabil dan siap mendukung pertumbuhan tanaman baru.

“Kalau baru panen, lahannya harus dibusukkan dulu. Kalau langsung ditanam lagi, kualitasnya bisa turun. Jadi kadang mundur sedikit lebih baik kalau hasilnya bisa lebih maksimal,” paparnya.

Sujiati menambahkan bahwa memaksakan percepatan tanam tanpa memperhatikan kesiapan lahan justru bisa merugikan petani dalam jangka panjang. Kualitas gabah akan menurun, produktivitas menurun, bahkan bisa memicu kerusakan struktur tanah.

“Minimal batang-batang bekas panen itu busuk dulu, baru tanahnya diolah. Tanah juga butuh waktu untuk netral. Kalau belum siap, nanti malah panennya gagal atau mutunya jelek,” tegasnya.

Dari sudut pandang legislator asal Fraksi Partai Gerindra ini, kebijakan pertanian harus berbasis pada praktik agronomi yang berkelanjutan. Ia berharap dinas teknis bisa memahami pola tanam lokal yang sudah terbukti efektif dan tidak memaksakan target secara seragam di seluruh wilayah.

“Setiap daerah punya karakter lahan sendiri. Kalau ingin kualitas pangan tetap baik, jangan abaikan pola yang sudah dijalankan petani. Itu bagian dari kearifan lokal,” tutupnya.

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB