Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan Hidran dan Sumber Air di Permukiman Padat

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hydrant kering Di Kawasan Jalan Maduningrat, Tenggarong. (Doc. Kukar Paper)

Foto: Hydrant kering Di Kawasan Jalan Maduningrat, Tenggarong. (Doc. Kukar Paper)

INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat perencanaan mitigasi kebakaran dengan memetakan kebutuhan jaringan hidran dan sumber air di kawasan permukiman padat, khususnya Kota Tenggarong.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur pemadam kebakaran dapat berfungsi optimal ketika dibutuhkan. Selain titik hidran, ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam perencanaan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar, M. Aidil, mengatakan pemetaan kebutuhan hidran akan dikoordinasikan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) serta bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU).

“Kami harus kembali berkoordinasi dan bekerja sama dengan Damkarmatan untuk membuat perencanaan. Khususnya di Ibu Kota Tenggarong, keberadaan hidran memang masih kurang. Perencanaannya harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk berkoordinasi dengan bidang PSU, baik terkait jalan maupun lingkungan permukiman,” ujar Aidil, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, pembangunan hidran harus disertai kepastian sumber air. Dengan demikian, jaringan yang dibangun tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi dapat digunakan saat terjadi kebakaran.

“Paling penting adalah sumber airnya tersedia. Jangan sampai kita membangun hidran tetapi sumber airnya tidak ada. Karena itu, perencanaannya harus matang melalui pendataan dan kolaborasi antar-OPD,” tambahnya.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan keterbatasan sumber air masih menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk.

Ia mencontohkan kebutuhan pengisian ulang armada ketika persediaan air habis. Kondisi tersebut dapat menciptakan jeda dalam proses pemadaman dan memberi peluang api kembali membesar.

“Dalam kurun waktu sekitar 30 menit, kami memuntahkan tiga tangki dengan kapasitas total 30 ribu liter. Api sebenarnya sudah bisa ditekan. Namun, saat armada harus kembali mengantre untuk mengisi ulang air, arah angin berubah dan api membesar lagi,” kata Fida.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengisian ulang armada dari lokasi yang jauh, Disdamkarmatan mengembangkan sistem hidran kering. Jaringan tersebut telah diterapkan hingga kawasan Simpang Tiga Kartini.

Saat ini terdapat empat unit mesin hidran kering yang dimiliki Disdamkarmatan Kukar. Namun, pengembangan jaringan masih membutuhkan pembangunan pipa dan dukungan anggaran.

“Penerapan hidran kering dilakukan secara bertahap, dengan prioritas di wilayah padat penduduk dan rawan kebakaran,” jelasnya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah permukiman di kawasan segitiga Danau Aji, Tenggarong, yang terhubung dengan Jalan A.M. Alimuddin dan Jalan Danau Lipan. Kepadatan permukiman serta keterbatasan akses dan sumber air di bagian tengah kawasan menjadi pertimbangan dalam mitigasi.

Fida mengatakan penyediaan titik air yang lebih dekat dengan permukiman diperlukan untuk mempercepat respons petugas. Selain hidran kering, penempatan tandon air juga menjadi opsi yang dapat dikembangkan.

“Untuk kawasan seperti Danau Aji, mitigasi yang paling memungkinkan adalah membangun hidran kering dan menempatkan tandon air. Karena itu, kami sangat membutuhkan kerja sama dengan pihak RT dan masyarakat setempat agar proses mitigasi dan penyediaan titik air ini berjalan lancar,” pungkasnya.

Selanjutnya, Pemkab Kukar melalui Disperkim dan Disdamkarmatan akan memperkuat koordinasi dalam memetakan lokasi hidran serta sumber air yang dibutuhkan. Pemetaan tersebut menjadi dasar agar pembangunan infrastruktur mitigasi diarahkan ke kawasan yang membutuhkan dan dapat menunjang respons pemadaman. (Adv/fi)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah
Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Talenta Ekraf lewat Ekraf Goes to School
Bupati Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sumber Air di Permukiman Padat
Pemkab Kukar Siapkan Mini MPP di 20 Kecamatan, Layanan Akan Terintegrasi
Mini Mall Pujasera Kukar Disiapkan Jadi Hub Bisnis dan UMKM
Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN
ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN
Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:28 WIB

Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Talenta Ekraf lewat Ekraf Goes to School

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:26 WIB

Bupati Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sumber Air di Permukiman Padat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan Hidran dan Sumber Air di Permukiman Padat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Mini MPP di 20 Kecamatan, Layanan Akan Terintegrasi

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:31 WIB