Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memprioritaskan pemenuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran di Jalan A.M. Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pemulihan kebutuhan dasar warga terdampak setelah seragam, sepatu, alat tulis dan perlengkapan sekolah lainnya ikut terbakar dalam musibah tersebut.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari kebutuhan jangka pendek hingga penataan kawasan dalam jangka menengah dan panjang.

“Jangka pendek adalah kita memastikan bahwa proses aktivitas sehari-hari warga masyarakat kita itu tidak terganggu. Bagi yang bersekolah, itu perlengkapan sekolahnya terpenuhi,” kata Aulia, Kamis (8/10/2026).

Selain kebutuhan pendidikan, Pemkab Kukar juga mengidentifikasi kebutuhan warga yang harus kembali menjalankan aktivitas pekerjaan setelah kehilangan barang maupun perlengkapan penunjang.

Aulia mengatakan pemerintah kecamatan dan kelurahan telah diminta mendata kebutuhan warga agar aktivitas mereka dapat kembali berjalan.

“Itu yang kami perintahkan kemarin. Sehingga kepada Plt Camat dan Pak Lurah untuk melakukan upaya-upaya sehingga warga masyarakat kita bisa melaksanakan kegiatan,” ujarnya.

Kebutuhan perlengkapan sekolah juga disampaikan langsung oleh warga terdampak. Iin, salah seorang korban kebakaran, mengatakan seluruh barang di rumah tidak sempat diselamatkan ketika kebakaran terjadi.

“Yang sangat kami perlukan itu perlengkapan anak-anak sekolah, karena saya keluar cuma diri saja, menyelamatkan diri saja. Jadi apa pun tidak ada, perlu perlengkapan sekolah semuanya, seragam, sepatu, alat-alat tulis dan semuanya,” kata Iin.

Selain perlengkapan sekolah, dokumen penting seperti ijazah juga ikut terbakar. Warga berharap proses pengurusan dokumen pengganti dapat diberikan kemudahan.

“Hangus terbakar semua. Ijazah-ijazah juga semuanya habis,” ungkapnya.

“Kami berharap untuk pengurusan surat-surat itu dipermudah, tidak dipersulit. Karena memang ini di luar kendali kami, bukan keinginan kami untuk kejadian seperti ini,” pungkasnya.

Pemulihan warga kemudian dilanjutkan dengan evaluasi terhadap kondisi kawasan permukiman. Salah satu persoalan yang terlihat dalam proses pemadaman adalah keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran.

Aulia mengatakan kondisi jalan yang terbatas membuat kendaraan pemadam kesulitan menjangkau kawasan permukiman. Kondisi tersebut turut memengaruhi lamanya proses pemadaman.

“Termasuk kita berusaha untuk menata daerah ini sehingga ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan kemudian hari terjadi, kita sudah bisa melakukan penanganan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Durasi tersebut lebih lama dibandingkan waktu pemadaman dalam kondisi umum.

“Biasanya pada umumnya bisa memadamkan api kurang dari 30 menit. Nah kemarin itu sampai dua jam itu pemadaman baru bisa dilakukan atau diselesaikan,” tuturnya.

Karena itu, penataan kawasan menjadi bagian dari rencana pemulihan jangka menengah dan panjang. Pemkab Kukar akan melihat kembali kondisi akses serta kebutuhan sarana pendukung untuk meningkatkan kesiapan penanganan kebakaran di kawasan permukiman.

Dengan langkah tersebut, pemulihan pascakebakaran diarahkan tidak hanya untuk membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga memperbaiki kondisi kawasan agar lebih mendukung keselamatan masyarakat. (Adv/fi)

Berita Terkait

Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Talenta Ekraf lewat Ekraf Goes to School
Bupati Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sumber Air di Permukiman Padat
Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan Hidran dan Sumber Air di Permukiman Padat
Pemkab Kukar Siapkan Mini MPP di 20 Kecamatan, Layanan Akan Terintegrasi
Mini Mall Pujasera Kukar Disiapkan Jadi Hub Bisnis dan UMKM
Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN
ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN
Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:28 WIB

Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Talenta Ekraf lewat Ekraf Goes to School

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:26 WIB

Bupati Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sumber Air di Permukiman Padat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan Hidran dan Sumber Air di Permukiman Padat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Mini MPP di 20 Kecamatan, Layanan Akan Terintegrasi

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:31 WIB