INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pengembangan produk unggulan dan industri berbasis potensi lokal dapat diperluas ke seluruh wilayah Kukar melalui konsep One Village One Product (OVOP) dan One District One Industry (ODOI).
Program tersebut diarahkan untuk mendorong desa dan kecamatan mengembangkan potensi ekonomi masing-masing dengan melibatkan pelaku usaha serta kelembagaan ekonomi di tingkat lokal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan konsep One District One Industry merupakan pengembangan dari gagasan One Village One Product yang disampaikan Bupati Kukar.
“Memang Pak Bupati kan selalu menyampaikan ada program One Village One Product. Jadi ini disambut oleh teman-teman kecamatan, ada One District One Industry, artinya setiap kecamatan ada satu industri,” ujar Arianto.
Untuk tahap awal, penerapan ODOI akan dikembangkan di Kecamatan Kembang Janggut. Program tersebut akan dikolaborasikan dengan koperasi dan UMKM yang berada di wilayah tersebut.
“Kebetulan untuk kegiatan itu nanti dikolaborasikan dengan koperasi yang ada di wilayah Kembang Janggut. Ada UMKM di sana, nanti leading sectornya untuk mengawal itu teman-teman dari koperasi,” jelasnya.
Di tingkat desa, DPMD mendorong pemerintah desa bersama UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengidentifikasi serta mengembangkan produk yang memiliki potensi menjadi unggulan daerah.
Arianto mengatakan pengembangan produk tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan potensi yang tersedia, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan dikembangkan sebagai kegiatan usaha.
“Kalau kami kan bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” ungkapnya.
Pengembangan OVOP dan ODOI selanjutnya ditargetkan mencakup seluruh wilayah Kukar. Arianto menyebut program tersebut akan didorong di 20 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan.
“Ini nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan dan 193 desa dengan 44 kelurahan, kita akan dorong,” ungkapnya.
Pemkab Kukar berharap kolaborasi pemerintah desa, UMKM, BUMDes dan koperasi dapat memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi masing-masing wilayah. Produk lokal diharapkan tidak hanya diproduksi, tetapi juga memiliki nilai tambah dan dapat berkembang menjadi kegiatan usaha berkelanjutan. (Adv/fi)








