INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum dapat beroperasi secara penuh karena sejumlah fasilitas pendukung masih perlu diselesaikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pekerjaan finishing mencapai sekitar Rp10 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Burhanuddin mengatakan, pembangunan pabrik tidak terhenti. Mesin utama pengolahan rumput laut telah tersedia di dalam bangunan dan sebelumnya telah melalui tahap uji coba.
“Mesin kan sudah ada sebenarnya, mesinnya sudah ada, cuma karena kondisi keuangan negara sehingga ada pemangkasan anggaran,” kata Burhanuddin.
Menurutnya, pekerjaan lanjutan semestinya dilakukan pada 2026, termasuk penyelesaian pekerjaan fisik dan fasilitas pendukung. Namun, rencana tersebut terdampak rasionalisasi anggaran sehingga alokasi untuk pekerjaan lanjutan belum dapat berjalan sesuai rencana.
“Seharusnya ada anggaran tahun ini untuk finishing dan fisik-fisik, cuma karena RKDPA yang tidak keluar karena pemangkasan rasionalisasi,” ujarnya.
Salah satu fasilitas yang masih perlu disesuaikan adalah lantai pabrik. Kondisi lantai saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan operasional mesin sehingga perlu ditingkatkan.
Selain lantai, sejumlah fasilitas penunjang lainnya juga masih harus diselesaikan sebelum pabrik dapat digunakan secara optimal.
“Mesinnya sudah ada tempatnya di dalam, cuma itu tadi fasilitas penunjangnya juga masih membutuhkan,” jelasnya.
Burhanuddin memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan fasilitas tersebut berada di kisaran Rp10 miliar. Pemkab Kukar berharap dukungan anggaran dapat tersedia pada tahun berikutnya sehingga pekerjaan finishing dapat dilanjutkan.
“Mudah-mudahan tahun depan masih ada anggarannya lagi. Karena lumayan juga di situ, pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal untuk finishing-nya lagi,” katanya.
Penyelesaian fasilitas pabrik tersebut berkaitan dengan rencana peningkatan nilai tambah komoditas rumput laut yang dihasilkan masyarakat Muara Badak.
Burhanuddin mengatakan pengolahan nantinya tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tepung rumput laut. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan berbagai produk turunan dari komoditas tersebut.
Dengan penyelesaian fasilitas pendukung, hasil produksi masyarakat diharapkan dapat diproses lebih lanjut di daerah sehingga tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku. (Adv/fi)








