Operasional yang Mahal, Bukan Jadi Solusi Kebutuhan Masyarakat Samarinda

- Jurnalis

Rabu, 5 Juni 2024 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya (Ikhsan/Infonusa.co)

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Pemerintah Kota mulai memberikan wacana terkait pembangunan busway. Hal tersebut langsung mendapat respon dari Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya. Dirinya mempertanyakan apakah hal tersebut sudah menjadi kebutuhan masyarakat Samarinda saat ini.

“Pemkot (Pemerintah Kota, red) ingin membangun busway, kebetulan saya diundang jadi narasumber di UNMUL (Universitas Mulawarman, red) sama – sama dengan pihak Pemkot.  Paparannya bagus, tetapi saya tanyakan kembali apakah masyarakat Samarinda sudah butuh busway, butuh tidak? Ya tidak,” ungkap Angkasa Jaya, pada Rabu (05/06/2024).

“Mahasiswa-mahasiswa nya apakah butuh, ya belum lebih suka naik motor. Termasuk Pemerintah dan PNS (Pegawas Negeri Sipil, red),” sambungnya.

Lanjut Angkasa, sepanjang diskusi dirinya mengungkapkan secara psikologis, sampai saat ini kita tidak dapat membangun mindset masyarakat Samarinda dan membangun budayanya.

Ditempat yang sama, Angkasa juga berbicara mengenai biaya operasional. Dirinya menyebut dengan adanya pembangunan semacam itu pasti memerlukan dan menghabiskan anggaran hingga puluhan milyar.

“Okelah sekian milyar bisa dipenuhi selama 1 tahun itu. Ada 2 opsi menggunakan listrik atau solar, menggunakan listrik kita harus subsidi 75 milyar satu tahun, menggunakan solar kita harus mengsubsidi kurang lebih 40 miliar satu tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Angkasa membeberkan semua itu termasuk proyek-proyek yang sangat besar. Tetapi, kendari demikian dirinya juga tidak pesimis bahwa ada misi Walikota untuk membangun Samarinda sebagai Kota peradaban. Tapi tetap harus melihat kebutuhan masyarakat.

“Sebenarnya itu tadi merubah semua mindset masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum, tapi apakah itu kebutuhan?,” tutupnya dengan pertanyaan yang tegas. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru