Infonusa.co, Samarinda – Pemerintah Kota mulai memberikan wacana terkait pembangunan busway. Hal tersebut langsung mendapat respon dari Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya. Dirinya mempertanyakan apakah hal tersebut sudah menjadi kebutuhan masyarakat Samarinda saat ini.
“Pemkot (Pemerintah Kota, red) ingin membangun busway, kebetulan saya diundang jadi narasumber di UNMUL (Universitas Mulawarman, red) sama – sama dengan pihak Pemkot. Paparannya bagus, tetapi saya tanyakan kembali apakah masyarakat Samarinda sudah butuh busway, butuh tidak? Ya tidak,” ungkap Angkasa Jaya, pada Rabu (05/06/2024).
“Mahasiswa-mahasiswa nya apakah butuh, ya belum lebih suka naik motor. Termasuk Pemerintah dan PNS (Pegawas Negeri Sipil, red),” sambungnya.
Lanjut Angkasa, sepanjang diskusi dirinya mengungkapkan secara psikologis, sampai saat ini kita tidak dapat membangun mindset masyarakat Samarinda dan membangun budayanya.
Ditempat yang sama, Angkasa juga berbicara mengenai biaya operasional. Dirinya menyebut dengan adanya pembangunan semacam itu pasti memerlukan dan menghabiskan anggaran hingga puluhan milyar.
“Okelah sekian milyar bisa dipenuhi selama 1 tahun itu. Ada 2 opsi menggunakan listrik atau solar, menggunakan listrik kita harus subsidi 75 milyar satu tahun, menggunakan solar kita harus mengsubsidi kurang lebih 40 miliar satu tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Angkasa membeberkan semua itu termasuk proyek-proyek yang sangat besar. Tetapi, kendari demikian dirinya juga tidak pesimis bahwa ada misi Walikota untuk membangun Samarinda sebagai Kota peradaban. Tapi tetap harus melihat kebutuhan masyarakat.
“Sebenarnya itu tadi merubah semua mindset masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum, tapi apakah itu kebutuhan?,” tutupnya dengan pertanyaan yang tegas. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









