Menilik Proses Revitalisasi Pasar Pagi, Rohim Harap Pemkot Prioritaskan Pedagang Lama

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. 

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. 

Infonusa.co, Samarinda – Proses revitalisasi pasar pagi hingga kini terus digencarkan, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Rohim, menginginkan pedagang lama di pasar tersebut dapat menjadi prioritas utama usai revitalisasi.

Dirinya berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tak membuat kebijakan yang meresahkan para pedagang yang sudah dari dulu menetap dan berjualan di pasar pagi. Apalagi munculnya isu pemberian space untuk pedagang daring yang ada

Bagi Rohim sapaan akrabnya, para pedagang lama juga telah lama menggantungkan hidup di Pasar Pagi dan turut berkontribusi terhadap roda perekonomian daerah. Sehingga Rohim menganggap para pedagang tersebut layak dijadikan prioritas pasca rehabilitasi.

“Tidak masalah jika ada pedagang online masuk, asalkan tidak mengorbankan hak pedagang lama, dan dengan catatan ruangnya memang memungkinkan. Tapi yang utama tetap pedagang lama,” pintanya.

Rohim juga menyoroti ukuran lapak yang dikabarkan menyusut setelah proses rehabilitasi, yang dinilai dapat mengganggu operasional para pedagang.

Menurutnya, banyak pedagang yang sebelumnya memiliki ruang cukup untuk menyimpan barang dagangan, kini harus beradaptasi dengan keterbatasan.

“Kalau dulu mereka bisa tampung banyak, sekarang justru dibatasi. Ini bisa menghambat aktivitas jual-beli. Perlu solusi yang adil,” tutur Rohim.

Lebih jauh, Rohim mengingatkan soal potensi konflik horizontal jika pemerintah tidak transparan dan adil dalam proses penempatan lapak, terutama jika pedagang lama merasa tidak diberi tempat yang layak.

Legislator Samarinda itupun mendorong agar penempatan pedagang baru ditunda sementara, hingga seluruh pedagang eksisting mendapatkan lapak sesuai dengan surat resmi yang mereka miliki.

“Selesaikan dulu penataan untuk pedagang lama. Kembalikan mereka ke tempat semula sesuai hak mereka. Baru setelah itu pikirkan yang lain,” ujarnya tegas.

Dengan demikian, dengan adanya variabel tersebut, Rohim optimis Pemkot Samarinda dapat membuat kebijakan yang mengarah kepada kalangan pedagang lama. Dirinya juga berharap hasil dari keputusan yang diambil tidak menimbulkan resiko perpecahan pasca penyelesaian revitalisasi pasar pagi. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru