Kukar Kejar Stunting 12,2 Persen, Intervensi Gizi Tetap Berjalan

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah.

Foto: Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah.

INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan angka stunting turun hingga sekitar 12,2 persen setelah capaian per September 2026 berada di kisaran 14,2 persen.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar memastikan upaya penurunan tersebut tetap disertai intervensi dan pemantauan secara berkelanjutan agar capaian yang telah diperoleh dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufidah mengatakan penurunan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir tidak menjadi alasan untuk menghentikan program penanganan. Intervensi tetap diperlukan untuk mencegah munculnya kasus baru.

“Ini memang masih perlu kita kejar dan perlu dimaintenance. Angka kematian balita, penurunan stunting, dan pencapaian indikator SPM masih menjadi program prioritas,” ujar Ismi saat ditemui di Tenggarong, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, program kesehatan membutuhkan pelaksanaan yang konsisten meskipun indikator menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga capaian sekaligus memastikan sasaran yang masih membutuhkan penanganan tetap mendapatkan intervensi.

“Walaupun angka yang kita capai sekarang masih di bawah target nasional, program kesehatan tidak bisa kita hentikan. Kalau kita lengah, nanti kasus bisa muncul kembali,” jelasnya.

Salah satu intervensi yang terus dilakukan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) lokal melalui puskesmas. Program tersebut menyasar kelompok yang membutuhkan dukungan gizi, termasuk ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), serta bayi dan balita yang mengalami stunting.

Pada ibu hamil, pemantauan kondisi KEK salah satunya dilakukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Hasil pemantauan tersebut menjadi bagian dari dasar untuk menentukan intervensi sesuai kondisi masing-masing sasaran.

“Kondisi KEK dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti asupan makanan yang kurang, infeksi maupun faktor lainnya. Karena itu, penanganan diberikan sesuai kondisi masing-masing,” katanya.

Sementara untuk balita stunting, pemberian PMT disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing anak. Dalam kondisi tertentu, intervensi dapat dilakukan secara rutin hingga enam bulan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Bahan yang digunakan dalam PMT diupayakan berasal dari pangan lokal. Penyusunannya dilakukan tenaga gizi dengan memperhatikan prinsip makanan seimbang, termasuk kebutuhan karbohidrat, protein dan zat gizi lainnya.

“Bahan makanan yang digunakan diupayakan berasal dari bahan pangan lokal yang tersedia, termasuk kacang-kacangan dan sumber protein lainnya,” ungkapnya.

Pelaksanaan intervensi tersebut didukung melalui sejumlah sumber pembiayaan, di antaranya puskesmas serta Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Selain dukungan gizi, Dinkes Kukar juga menyediakan penanganan bagi kasus yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya melalui layanan dokter spesialis anak yang didatangkan ke wilayah yang terdapat kasus dan membutuhkan penanganan lanjutan.

“Untuk kasus stunting yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dan tidak dapat bertemu langsung dengan dokter spesialis anak, kita juga memiliki inovasi dengan mendatangkan dokter spesialis ke lapangan,” kata Ismi.

Pemantauan juga dilakukan melalui dashboard yang memungkinkan data diperbarui secara berkala berdasarkan hasil pengukuran dan intervensi di lapangan.

Ismi mengatakan capaian sekitar 14,2 persen per September 2026 menjadi bagian dari perkembangan penanganan stunting di Kukar. Namun, capaian tersebut masih perlu ditindaklanjuti dengan intervensi yang konsisten untuk mengejar target sekitar 12,2 persen.

“Intinya, upaya penurunan stunting, penanganan KEK pada ibu hamil, serta program kesehatan lainnya akan terus dilakukan dan dipantau agar capaian yang sudah diperoleh dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan,” pungkasnya. (Adv/fi)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Kaji Legalitas Pungutan Parkir Tangga Arung
Pasar Murah Dilanjutkan hingga Akhir Tahun, Sasar Wilayah Terdampak Kekeringan
Posko Relawan Tenggarong Diperkuat untuk Penanganan Karhutla
Erau 2026 Buka Ruang Regenerasi Olahraga Tradisional di Kukar
Erau Adat Kutai 2026 Dorong Pengembangan Ekosistem Budaya di Kukar
Banyak Pejabat Masuk Masa Pensiun, BKPSDM Kukar Siapkan Pemetaan Jabatan
Erau 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Masyarakat Hadiri Prosesi di Tenggarong
143 Tenaga Outsourcing Damkar Kukar Dipastikan Tetap Terbiayai hingga Akhir 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:42 WIB

Pemkab Kukar Kaji Legalitas Pungutan Parkir Tangga Arung

Selasa, 22 September 2026 - 18:39 WIB

Kukar Kejar Stunting 12,2 Persen, Intervensi Gizi Tetap Berjalan

Selasa, 22 September 2026 - 18:37 WIB

Pasar Murah Dilanjutkan hingga Akhir Tahun, Sasar Wilayah Terdampak Kekeringan

Senin, 21 September 2026 - 02:05 WIB

Posko Relawan Tenggarong Diperkuat untuk Penanganan Karhutla

Senin, 21 September 2026 - 02:02 WIB

Erau 2026 Buka Ruang Regenerasi Olahraga Tradisional di Kukar

Berita Terbaru

Foto: Plt. Kepala Disperindag Kukar, Buhanuddin.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Kaji Legalitas Pungutan Parkir Tangga Arung

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:42 WIB

Foto: Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah.

Pemkab Kukar

Kukar Kejar Stunting 12,2 Persen, Intervensi Gizi Tetap Berjalan

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:39 WIB

Pemkab Kukar

Posko Relawan Tenggarong Diperkuat untuk Penanganan Karhutla

Senin, 21 Sep 2026 - 02:05 WIB

Foto: Sekda Kukar, Sunggono diwawancarai usai membuka lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. 

Pemkab Kukar

Erau 2026 Buka Ruang Regenerasi Olahraga Tradisional di Kukar

Senin, 21 Sep 2026 - 02:02 WIB