Khawatirkan Layanan Kesehatan Terganggu, Anhar Warning Pemprov Kaltim Soal Pengalihan BPJS PBI

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar.

Infonusa.co, Samarinda – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendesentralisasikan beban pembiayaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) kepada pemerintah kabupaten/kota memicu respons kritis dari DPRD Kota Samarinda. Pihak parlemen menilai, ketiadaan regulasi teknis yang jelas dalam proses pelimpahan ini rawan memicu kekacauan pada hak akses pengobatan warga kurang mampu.

​Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menginstruksikan agar kebijakan pengalihan instrumen jaminan kesehatan tersebut wajib dipersiapkan lewat skema mitigasi yang komprehensif. Ia mewanti-wanti munculnya celah kosong (blank spot) pada pos anggaran jaminan kesehatan yang bisa mengorbankan masyarakat.

​“Proses transisi pembiayaan ini harus dirumuskan secara rigid dan matang. Jangan sampai muncul kepayahan anggaran di tengah jalan yang berujung pada penolakan pasien PBI di fasilitas kesehatan,” cetus Anhar.

​Anhar memaparkan, penyerahan tongkat estafet pembiayaan ini tidak bisa semata-mata diputuskan sepihak lewat ketetapan administratif di atas kertas. Pemerintah kota memerlukan kalkulasi ruang fiskal yang presisi serta durasi waktu yang cukup untuk menyesuaikan postur APBD terhadap beban pengeluaran baru yang tidak sedikit tersebut.

​Ia menambahkan, ketidaksiapan pemerintah daerah dalam menanggung limpahan kuota iuran ini berisiko memicu polemik sosial baru di tingkat akar rumput, khususnya bagi kalangan marginal yang menggantungkan proteksi kesehatannya pada subsidi negara.

​“Apabila daya dukung fiskal di tingkat kota belum mapan, efek domino negatifnya akan langsung memukul masyarakat kelas bawah selaku penerima manfaat iuran gratis,” tukasnya.

​Oleh karena itu, DPRD Samarinda mendorong dijalinnya komunikasi intensif dan rekonsiliasi data yang melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Sinkronisasi antar-strata pemerintahan ini dipandang sebagai kunci utama agar transisi kebijakan tidak sampai mencederai mutu pelayanan publik.

​Sebagai penutup, Anhar menegaskan bahwa restrukturisasi anggaran kesehatan ini harus dilandasi komitmen moral yang kuat untuk menjamin hak-hak konstitusional warga negara, tanpa ada satu pun kelompok masyarakat yang dikorbankan.

​“Rapat koordinasi bersama wajib diperketat demi memastikan roda transisi ini bergulir mulus tanpa mengorbankan asas kepastian akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (san)

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD
Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi
Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​
Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Berita Terbaru