Infonusa.co, Samarinda – Seluruh organisasi mahasiswa (ORMAWA) Universitas Islam negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda telah selesai melaksanakan tahapan musyawarah mahasiswa yang di dalamnya membahas terkait laporan pertanggungjawaban dari Dewan Eksekutif mahasiswa dan senat mahasiswa tingkat universitas dan di lanjutkan dengan pemilihan ketua senat mahasiswa periode 2024-2025.
Proses musyawarah mahasiswa UINSI tersebut mengalami problematika tersendiri. Problematika tersebut terjadi karena melihat daripada kondisi forum yang selalu saja tidak memenuhi quorum, sangat amat di sayangkan padahal forum tersebut adalah forum kedaulatan tertinggi mahasiswa.
Tak hanya sampai di situ, pemilihan ketua Senat Mahasiswa tingkat universitas pun menuai sorotan dimana kandidat yang mencalonkan tersebut ternyata cacat dalam salah satu persyaratan, yakni IPK calon tersebut ternyata di bawah 3.25 tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati para delegasi ormawa diforum musma.
Lebih lanjut yang diterangkan oleh Rahman Fadhil selaku peserta forum pada musma menerangkan bahwa seharusnya kandidat tersebut di gugurkan di karenakan tidak memenuhi persyaratan sebagai calon ketua senat mahasiswa uinsi Samarinda.
“Saya pun amat menyayangkan hal tersebut terjadi karena seharusnya presidium sidang hanya bertugas untuk memeriksa pemberkasan calon, kalau kemudian di temukan pemberkasan paslon yang tidak memenuhi persyaratan seharusnya presidium langsung menggugurkan calon tersebut bukan malah bertanya kembali kepada forum. Bagi saya ini adalah bentuk Melangkahi aturan yang telah di sepakati bersama, dan mengkerdilkan standarisasi kompetensi seorang pemimpin. Jelas Rahman Fadhil Mahasiswa Fakultas Syariah.
Ketua Umum Dema Syariah Gusti Muhammad Haikal mengatakan, problematika Ormawa Uinsi Penuh dengan Drama dan penuh dengan pelanggaran Konstitusi. “Paradigma Terbangun hari ini Otoritas terlalu banyak intervensi Organisasi Mahasiswa sehingga tidak sehatnya Pemilihan Raya UINSI Dema dan Sema Dari tingkatan Fakultas dan Institut, Begitulah fenomena yang terjadi,” tuturnya.









