Ketua Komisi II DPRD PPU Soroti UMKM Belum Siap Go Publik, Dorong Fasilitasi Digital dan Produksi

- Jurnalis

Selasa, 1 Juli 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron

Infonusa.co, Penajam– Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyoroti kondisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya yang dinilai masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum siap bersaing di pasar lebih luas. Ia menilai, produk-produk unggulan UMKM lokal belum mampu menembus pasar publik karena minimnya pendampingan serta keterbatasan pada aspek digitalisasi dan kapasitas produksi.

“Hingga saat ini belum ada produk UMKM kita yang benar-benar go publik. Dari sisi pemasaran juga masih konvensional, hanya sebatas jual dan selesai,” ujar Thohiron, Selasa (1/7/2025).

Ia menilai salah satu tantangan besar adalah masih banyaknya pelaku UMKM yang berasal dari kawasan pedesaan, sehingga belum akrab dengan sistem pemasaran digital. Padahal, pemanfaatan teknologi sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.

“Digitalisasi ini harus jadi fokus fasilitasi. Tapi kenyataannya, banyak pelaku UMKM belum siap. Di lapangan mereka masih kesulitan kalau harus jualan lewat platform digital,” jelasnya.

Thohiron juga menyoroti lemahnya kapasitas produksi UMKM yang dinilai belum mampu memenuhi permintaan dalam skala besar dan berkelanjutan. Hal ini menjadi kendala utama ketika ada peluang pasar dalam jumlah besar.

“Contohnya gula. Kalau ada permintaan rutin dalam jumlah ton setiap bulan, mereka belum sanggup. Produksinya baru sebatas kiloan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat UMKM hanya mampu bertahan di pasar lokal, belum bisa berkembang ke level regional atau nasional. Ia menyebut belum matangnya dukungan infrastruktur dan sistem produksi menjadi hambatan utama.

“Karena faktor pendukung belum kuat, UMKM kita masih bertahan di pasar lokal saja. Belum siap ekspansi,” pungkas Thohiron.

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru