Ketua Komisi II DPRD PPU: Penanganan Stunting Harus Dimulai Sejak Pra-Nikah

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron

Infonusa.co, PPU – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak bisa hanya difokuskan pada satu tahap. Ia mendorong agar pendekatan yang digunakan mencakup seluruh fase, mulai dari pra-nikah hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

“Penanganan stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir. Edukasi sejak sebelum menikah, pendampingan selama masa kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak sangat penting. Jika hanya sebagian, hasilnya tidak maksimal,” kata Thohiron,(18/3/2025).

Menurutnya, Puskesmas memiliki peran vital dalam mendata pasangan baru menikah dan memastikan ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.

“Puskesmas harus tahu siapa saja yang menikah, lalu pantau kehamilannya. Minimal sebulan sekali periksa. Jangan sampai ada ibu hamil yang luput dari pemantauan karena bisa berdampak pada kondisi bayi,” jelasnya.

Thohiron juga menekankan peran penting Posyandu dalam mengawasi perkembangan anak setelah lahir. Ia menyebut pola asuh yang kurang tepat bisa menjadi faktor penyebab stunting, di samping asupan gizi yang tidak memadai.

“Pola asuh juga penting. Kalau ibu tidak paham dan hanya memberi makanan instan atau kurang gizi, tentu berpengaruh pada pertumbuhan anak,” ujarnya.

Ia berharap edukasi soal pencegahan stunting terus digencarkan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting di PPU.

“Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencetak generasi yang sehat dan bebas stunting,” pungkasnya.(adv/dprd/ppu/mr)

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru