Ketua DPRD PPU Sebut Penyelenggaraan BLK Harus Sesuai dengan Kebutuhan Lokal

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2024 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Balai Latihan Kerja (BLK) telah lama menjadi sorotan sebagai salah satu fasilitas yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Namun, Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menekankan pentingnya penyesuaian program pelatihan di BLK dengan kebutuhan dan respon masyarakat lokal.

Menurutnya, penyelenggaraan BLK yang efisien harus mempertimbangkan faktor-faktor ini agar investasi yang dikeluarkan sepadan dengan hasil yang dicapai.

“BLK (Balai Latihan Kerja) itu memang menjadi sebuah kebutuhan. Tapi, kita juga harus melihat respon yang ada,” ujar Raup Muin, menggarisbawahi bahwa tidak semua pelatihan yang diselenggarakan oleh BLK akan berhasil jika tidak ada minat atau kebutuhan nyata dari masyarakat.

Raup menyoroti bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda-beda, sehingga program pelatihan yang ditawarkan harus spesifik dan relevan dengan kondisi setempat.

Lebih lanjut, Raup Muin menjelaskan bahwa BLK biasanya mengadakan pelatihan yang bersifat spesifik dan tergantung pada kebutuhan daerahnya. Di sinilah pentingnya pemetaan yang tepat tentang sektor-sektor mana yang membutuhkan peningkatan keterampilan tenaga kerja di PPU.

“Karena begini, BLK itu biasanya secara spesifik. Tergantung pada kebutuhan daerahnya,” tegasnya.

Jika pelatihan yang diselenggarakan di BLK tidak disesuaikan dengan kebutuhan lokal, besar kemungkinan jumlah peserta yang mengikuti akan terbatas. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah dari segi efisiensi, mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan pelatihan di BLK tidaklah kecil.

Menurut Raup, ketika investasi besar dikeluarkan untuk fasilitas seperti BLK namun pesertanya hanya sedikit, hal itu menjadi tidak efisien dan kurang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi lokal. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru