Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Balita di Samarinda, DPRD Gelar RDP dan Soroti Penanganan Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi RDP yang Digelar Oleh DPRD Samarinda. (ist)

Kondisi RDP yang Digelar Oleh DPRD Samarinda. (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Menyikapi kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang balita di Samarinda, DPRD Kota Samarinda melalui Komisi IV bergerak cepat dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terulang dan penanganan terhadap korban dapat dilakukan secara maksimal.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Novan Syahronnie, menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat kota maupun provinsi, dalam proses penanganan kasus ini.

“Kita ingin semua pihak bersinergi. Baik dari pemerintah kota maupun provinsi, semuanya harus terlibat aktif. Tujuan utama kami adalah memastikan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” ujarnya usai rapat.

Dirinya menambahkan bahwa DPRD akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah, khususnya terkait prosedur penanganan kekerasan terhadap anak yang selama ini dinilai lamban.

“Kami akan mereview prosedur yang berlaku saat ini. Apakah sudah sesuai dengan kaidah dan aturan, dan apa yang perlu diperbaiki agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” tambah Novan.

Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah pemulihan kondisi korban, baik secara fisik maupun mental. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi korban yang hingga kini masih memerlukan perhatian serius.

“Yang paling utama adalah bagaimana memastikan anak tersebut pulih secara menyeluruh, baik fisik maupun mental. Ini prioritas kita semua,” tegasnya.

Novan juga menyoroti kehati-hatian pihak medis dalam menangani kasus ini, karena masih dalam proses hukum. Namun, ia menegaskan bahwa pengobatan lanjutan tidak akan mengganggu proses pembuktian hukum.

“Pihak kepolisian tadi juga sudah menegaskan bahwa bukti medis yang digunakan tetap mengacu pada pemeriksaan awal, yakni pada tanggal 13 Mei 2025. Jadi pengobatan selanjutnya tidak akan menghilangkan alat bukti,” jelasnya.

Komisi IV DPRD Samarinda akan terus mengawal proses ini, termasuk mendorong keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait agar pemulihan korban berjalan maksimal dan tidak ada lagi celah bagi kekerasan terhadap anak di masa depan. (ikhsan/adv)

Berita Terkait

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD
DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:24 WIB

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Berita Terbaru