Kalah Start dari Kukar dan Kutim, Celni Soroti Pengelolaan Sektor Budaya Samarinda yang Jalan di Tempat

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Samarinda,  Celni Pita Sari. (Istimewa)

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari. (Istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Sektor seni dan kebudayaan di Kota Samarinda dinilai masih belum mendapatkan porsi perhatian yang maksimal dari pemerintah daerah. Minimnya kucuran dana stimulan serta belum matangnya konsep manajerial disinyalir menjadi batu sandungan utama yang memasung kreativitas serta potensi kearifan lokal.

​Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengungkapkan bahwa ibu kota Provinsi Kaltim ini sebenarnya menyimpan modal kekayaan budaya yang luar biasa melimpah. Jika dipoles secara profesional, sektor ini berpeluang besar menjelma menjadi mesin baru pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​“Kita punya modal budaya yang sangat bernilai jual. Apabila ada kemauan untuk mengemasnya secara serius dan komersial, sektor kebudayaan pasti bisa menyumbang stimulus ekonomi bagi kas daerah,” papar Celni.

​Sebagai bukti konkret, ia membeberkan kiprah kelompok paduan suara Borneo Cantata yang rekam jejak prestasinya sudah menembus panggung nasional hingga internasional demi mengharumkan nama daerah. Ironisnya, apresiasi dan sokongan konkret untuk komunitas berprestasi tersebut dirasa masih sangat minim.

​“Selama ini mereka lebih banyak bergerak secara mandiri dengan merogoh kocek sendiri. Pasalnya, jika mau berharap pada skema birokrasi anggaran pemerintah, prosedurnya terlampau rumit dan memakan waktu,” cetusnya.

​Oleh sebab itu, Celni mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, utamanya yang menakhodai urusan pendidikan dan kebudayaan, untuk lebih proaktif dan jemput bola dalam menghidupkan ekosistem seni ini.

​Sebab menurut pandangannya, penguatan identitas budaya tidak sekadar bertujuan menjaga warisan leluhur agar tidak punah, melainkan juga instrumen magnet pariwisata yang efek dominonya akan menguntungkan perekonomian warga lokal.

​Celni kemudian membandingkan komitmen regulasi anggaran Samarinda dengan wilayah tetangga, seperti Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim), yang dinilai jauh lebih berani berinvestasi pada aspek kebudayaan.

​“Di kabupaten tetangga, plot anggaran yang digelontorkan khusus untuk pembinaan budaya bisa menembus angka puluhan miliar rupiah. Ketimpangan ini harus menjadi rapor merah sekaligus bahan evaluasi bagi Pemkot Samarinda,” sentilnya.

​Bukan itu saja, legislator ini juga menyayangkan buruknya tata kelola cagar budaya yang ada, salah satunya nasib Museum Samarinda yang kondisinya kian merana dan kurang terawat, padahal sempat menjadi destinasi favorit dengan angka kunjungan yang menjanjikan.

​“Infrastruktur fisiknya sudah dibangun bagus, tapi manajemen perawatannya kedodoran. Padahal, andai destinasi edukasi seperti museum ini dikelola dengan standar yang baik, aset ini sangat bisa diandalkan sebagai kantong pendapatan daerah,” pungkasnya. (san)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB