Ironi Kasus Wafatnya Siswa SMKN 4 Samarinda, Ismail Latisi Kritik Kelemahan Akurasi Data Bansos

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi (istimewa)

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi (istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Jajaran DPRD Kota Samarinda memandang insiden memilukan yang merenggut nyawa seorang pelajar SMKN 4 Samarinda tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai garis takdir semata. Peristiwa tragis ini dinilai menjadi potret buram sekaligus tamparan keras bagi karut-marutnya sistem pendataan bantuan sosial (bansos) yang masih kerap salah sasaran.

​Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menginstruksikan agar tragedi ini dijadikan momentum evaluasi total bagi instansi terkait. Pemerintah daerah dituntut untuk mempertajam validitas distribusi jaring pengaman sosial agar benar-benar menyentuh kelompok masyarakat paling rentan.

​“Kasus pilu ini harus menjadi alarm keras bagi kita semua. Mekanisme pencatatan warga penerima stimulan wajib dirombak total agar tidak ada lagi keluarga yang benar-benar tidak mampu justru luput dari radar bantuan,” lugas Ismail.

​Ismail mengkritisi longgarnya proses verifikasi dan validasi faktual oleh petugas di tingkat lapangan. Hal tersebut ditengarai menjadi akar masalah mengapa keluarga prasejahtera kerap kali terabaikan dalam program jaminan sosial pemerintah. Dirinya mendesak agar pemutakhiran data (updating data) berkala digulirkan secara riil dan presisi.

​“Akurasi data adalah kunci utama keadilan sosial. Sangat ironis apabila warga yang kondisi ekonominya berada di bawah garis kemiskinan justru tidak tercatat dalam sistem,” sentilnya secara tajam.

​Sebagai informasi, duka mendalam ini menimpa Mandala Rizky Syahputra (16), seorang remaja yang duduk di bangku kelas XI SMKN 4 Samarinda. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (24/4/2026) dini hari akibat komplikasi infeksi parah. Luka infeksi tersebut diduga kuat berawal dari pemakaian sepatu sekolah yang ukurannya sudah sangat sempit dan tidak layak.

​Keterbatasan finansial keluarga memaksa korban untuk tetap bertahan menggunakan sepatu lama yang menjepit kakinya tersebut. Luka lecet yang ditimbulkan kian memburuk dan menjalar saat korban harus menjalani program wajib magang (prakerin) yang menuntutnya berdiri dalam durasi waktu yang sangat lama.

​Fakta di lapangan mengungkap bahwa profil keluarga korban ternyata belum pernah terdaftar sebagai penerima program bantuan sosial apa pun dari pemerintah, meskipun kondisi riil perekonomian mereka sangat memprihatinkan.

​Menyikapi hal itu, Ismail menegaskan bahwa kedukaan ini harus menjadi evaluasi berharga bagi pemangku kebijakan untuk lebih jeli dalam mengayomi kesejahteraan warga, khususnya terkait pembenahan basis data kemiskinan.

​Ia juga menambahkan, kendati urusan pengelolaan institusi SMK berada di bawah payung wewenang Pemerintah Provinsi Kaltim, jajaran Pemerintah Kota Samarinda tidak boleh lepas tangan begitu saja. Sebab, perlindungan dan pemenuhan hak hidup yang layak bagi setiap individu yang berdomisili di Samarinda tetap merupakan tanggung jawab moral mutlak pemkot.

​“Kita tidak boleh terjebak dalam dikotomi sekat kewenangan birokrasi. Ini adalah urusan kemanusiaan dan tanggung jawab kolektif untuk memastikan jaminan kesejahteraan sosial hadir di tengah masyarakat kita,” pungkasnya. (San/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB