HMI Samarinda: Renovasi Jembatan Mahakam Lama Pasca Insiden Tabrakan Ponton Harus Jadi Perhatian

- Jurnalis

Minggu, 9 Maret 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum HMI Cabang Samarinda, Syahril Saili

Ketua Umum HMI Cabang Samarinda, Syahril Saili

Infonusa.co, Samarinda – Insiden tabrakan ponton bermuatan kayu dengan Jembatan Mahakam 1 kembali menjadi sorotan. Namun, alih-alih membahas langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, perbincangan yang berkembang justru berfokus pada pencopotan General Manager Pelindo dan Kepala KSOP Samarinda.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda, Syahril Saili, menyayangkan narasi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, perhatian utama seharusnya tertuju pada upaya pencegahan dan tanggung jawab perusahaan terkait insiden tersebut.

“Yang berkembang hari ini justru narasi penolakan pencopotan Kepala KSOP dan GM Pelindo. Padahal yang harus dibahas adalah solusi pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, serta bagaimana bentuk tanggung jawab perusahaan sampai saat ini. Itu yang perlu kita pertanyakan,” tegas Syahril.

Syahril menegaskan bahwa HMI Samarinda merekomendasikan renovasi Jembatan Mahakam 1 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan kelancaran ekonomi.

“Kami dari HMI Samarinda justru merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera merenovasi Jembatan Mahakam 1. Jika kita bicara keselamatan dan ekonomi masyarakat, maka renovasi adalah solusi terbaik,” ujarnya.

Pertimbangannya, disebutnya, bahwa permasalahan utama terletak pada lebar pilar Jembatan Mahakam 1 yang dinilai tidak lagi memadai untuk dilewati kapal tongkang berukuran besar saat ini.

“Dulu, kapal tongkang berukuran 150 feet, tetapi sekarang sudah mencapai 330 feet jumbo dengan lebar sekitar 20 meter. Sementara itu, jarak antara pilar kanan dan kiri Jembatan Mahakam 1 hanya 25 meter, sehingga ruang gerak yang tersedia hanya 2,5 meter di masing-masing sisi. Hal ini membuat navigasi kapal tongkang semakin sulit,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, renovasi Jembatan Mahakam 1 dinilai sebagai solusi konkret untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

Bagian lain, Syahril berharap masyarakat dan pemerintah provinsi dapat memahami isu utama yang perlu menjadi sorotan saat ini, yaitu keselamatan dan infrastruktur jembatan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga Jembatan Mahakam 1 sebagai aset penting Kota Samarinda.

Berita Terkait

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD
DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:24 WIB

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Berita Terbaru