Hariyono Desak Pemerintah Atasi Masalah Pupuk: Produktivitas Petani PPU Terancam

- Jurnalis

Minggu, 13 April 2025 - 02:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD PPU, Hariyono

Sekretaris Komisi I DPRD PPU, Hariyono

Infonusa.co, PENAJAM — Keluhan soal pupuk kembali mencuat di kalangan petani Penajam Paser Utara (PPU). Sekretaris Komisi I DPRD PPU, Hariyono, angkat bicara terkait persoalan klasik ini yang belum juga menemukan solusi konkret di lapangan.

Dalam pernyataannya, legislator dari Partai Hanura itu menegaskan bahwa persoalan ketersediaan dan harga pupuk harus menjadi perhatian serius pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun pusat. Sebab, kelangkaan pupuk atau harga yang tidak sesuai acuan bisa berdampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian masyarakat.

“Masih banyak usulan dari petani soal pupuk. Harapan kita, pupuk itu bisa tersedia dengan harga yang wajar dan tidak mengalami mark up,” kata Hariyono saat ditemui pada Minggu (13/04/2025).

Ia menyebut, dalam berbagai agenda reses dan serap aspirasi, persoalan pupuk hampir selalu muncul dari desa-desa yang bergantung pada sektor pertanian. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa masih ada celah besar dalam sistem distribusi dan pengawasan pupuk bersubsidi.

Hariyono mengingatkan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat PPU, khususnya di wilayah pedesaan. Jika sektor ini terganggu karena minimnya akses terhadap pupuk, maka efek domino-nya akan sangat terasa terhadap kesejahteraan petani.

“Kalau tidak ada perhatian terhadap pupuk, bagaimana mau bicara ketahanan pangan? Ini soal kebutuhan dasar petani,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya langkah nyata dari pemerintah, baik berupa pengadaan tambahan pupuk bersubsidi, pengetatan pengawasan distribusi, maupun bantuan langsung bagi petani yang paling terdampak. Pemerintah daerah, menurutnya, bisa menggandeng instansi vertikal atau mitra strategis dalam hal ini.

“Kalau bisa, intervensi pemerintah terhadap pengadaan pupuk itu ditingkatkan. Tidak hanya menunggu pusat, tapi juga bisa dimulai dari daerah,” pungkas Hariyono.

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru